Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Drone Ukraina Hantam Museum Sejarah Rusia di Krimea
ilustrasi museum sejarah Rusia (pexels.com/Alan Videomaker Fotografo)
  • Drone Ukraina menghantam museum sejarah Rusia di Sevastopol, Krimea, yang menyimpan dokumentasi Perang Krimea antara Rusia dan Ottoman pada abad ke-19.
  • Gubernur Sevastopol mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai penistaan terhadap Moskow, sambil menegaskan bahwa Kyiv akan menerima balasan.
  • Perang Rusia-Ukraina masih berlanjut setelah empat tahun, dengan upaya perdamaian dari Presiden Zelenskyy ditolak langsung oleh Presiden Putin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Drone Ukraina dilaporkan menghantam sebuah museum bersejarah milik Rusia yang ada di Sevastopol, Semenanjung Krimea, pada Rabu (10/6/2026). Krimea sendiri merupakan semenanjung milik Ukraina yang sudah diambil alih Rusia sejak 2014.

Museum itu berisi dokumentasi Perang Krimea antara Kerajaan Rusia dan Kerajaan Ottoman dari Turki yang meletus pada 1853 sampai 1856. Dalam perang tersebut, Kerajaan Rusia dan Kerajaan Ottoman memperebutkan Krimea. Namun, Kerajaan Rusia kalah dalam perang tersebut.

1. Gubernur Krimea mengecam serangan drone Ukraina

potret Gubernur Sevastopol, Mikhail Razvozhayev (commons.wikimedia.org/Пресс-служба Президента Российской Федерации)

Gubernur Sevastopol, Mikhail Razvozhayev, mengecam serangan drone Ukraina yang menyasar museum sejarah Rusia. Razvozhayev menilai serangan itu sebagai “Penistaan” terhadap Moskow. Ia menegaskan, Kyiv akan segera menerima balasan akibat serangan tersebut. 

Dalam pernyataannya, Razvozhayev juga menjelaskan museum mengalami sejumlah kerusakan usai dihantam drone Ukraina. Namun, ia tidak merincinci kerusakan apa saja yang dimaksud. “Musuh akan membayar atas penistaan ​​ini!” ujar Razvozhayev merespons serangan Ukraina. 

2. Drone Ukraina sebelumnya sudah menghantam wilayah Rusia

potret drone Ukraina (commons.wikimedia.org/Maxim Subotin)

Sebelum ini, Ukraina juga sudah melakukan serangan drone ke Kota Saint Petersburg, Negara Bagian Leningrad Oblast, Rusia, pada Sabtu (6/6/2026) pekan lalu. Kala itu, Saint Petersburg sedang menjadi tuan rumah acara forum ekonomi tahunan Rusia. Presiden Vladimir Putin juga hadir di sana. 

Gubernur Leningrad Oblast, Aleksandr Drozdenko, mengatakan, ada sekitar 140 drone Ukraina yang menyasar Saint Petersburg. Namun, semua drone itu berhasil ditembak jatuh oleh pasukan Rusia. Oleh karena itu, tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.  

3. Rusia dan Ukraina masih saling serang

ilustrasi serangan (unsplash.com/Vony Razom)

Hingga saat ini, perang antara Rusia dan Ukraina masih belum menunjukkan tanda-tanda usai. Sebab, Rusia dan Ukraina masih saling serang. Padahal, sejak Februari lalu, perang kedua negara sudah genap berlangsung empat tahun. 

Untuk mengakhiri perang, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dikabarkan telah mengirim surat ke Putin, pada Kamis (4/6/2026) pekan lalu. Dalam surat itu, ia mengajak Putin bertemu secara langsung untuk membahas perdamaian. Sayangnya, ajakan itu ditolak mentah-mentah oleh Putin. Bahkan, Putin menyebut tindakan Zelenskyy yang mengirim surat secara langsung kepadanya sebagai tindakan tidak sopan.   

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article