Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

WANSUS: Sony Bongkar 26 Nama di Balik Jual Beli Titik SPPG Korupsi MBG

WANSUS: Sony Bongkar 26 Nama di Balik Jual Beli Titik SPPG Korupsi MBG
Eks Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya ditahan Kejagung, Rabu (3/6/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Intinya Sih
  • Bekas Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengajukan diri sebagai justice collaborator ke Kejagung untuk membantu mengungkap dugaan jual beli titik dan korupsi pengadaan di lembaganya.
  • Sony menegaskan dirinya tidak terlibat dalam urusan pengadaan atau aliran dana, melainkan hanya bertugas memverifikasi titik sesuai instruksi pimpinan demi percepatan program pemerintah.
  • Dalam pemeriksaan, Sony menyebut ada 26 nama dari berbagai kalangan yang diduga terlibat dalam praktik jual beli titik SPPG, dengan bukti komunikasi tersimpan di ponselnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya resmi mengajukan permohonan untuk justice collaborator (JC) kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin (8/6/2026).

Pengacara Sony, Krisna Murti mengatakan, alasan Sony mengajukan JC karena dia tak terima bahwa dirinya dituduh melakukan jual beli titik dan korupsi pengadaan di BGN.

“Kami tegaskan tupoksi klien kami tidak berada di dalam PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) atau urusan pengadaan itu. Tupoksinya pak Sony itu ada di dalam pengadaan verifikasi titik,” kata Krisna kepada IDN Times, Rabu (10/6/2026).

Oleh karena itu, Sony mengajukan diri untuk bisa bekerja sama dengan penyidik untuk membuka kasus ini dengan gamblang. Berikut wawancara khusus IDN Times dengan Krisna Murti.

Bagaimana kronologi Sony Sonjaya dijemput oleh Kejaksaan Agung?

Hari Selasa (2/6/2026) itu adanya pencopotan Pak Sony sebagai Wakil Kepala BGN, kemudian setelah itu, namanya orang yang merasa kerja selama ini dengan baik, lalu dia membangun sistem BGN dari nol sampai sekarang berjalan itu ide dari klien kami, pak Sony.

Ya pasti syok, temen-temennya ngajakin, pengen tahu kenapa dicopot, mereka berkumpul di hotel daerah Jaksel. Mereka ngobrol sampe malam bersama keluarga. Mungkin keluarga juga menenangkan terkait keputusan pemerintah mencopot pak Sony.

Sampailah larut malam, karena sudah capek, lelah, terus temennya bilang ‘bang gak istirahat di hotel saja?’ istirahatlah bang Sony di hotel dengan keluarga.

Rabu paginya sekitar jam 8 atau 9 penyidik datang ke hotel lalu membawa pak Sony ke Kejaksaan.

Ada surat panggilan sebelum Sony Sonjaya dijemput?

Menurut pak Sony tidak ada surat-surat itu, dia langsung saja dibawa ke Kejaksaan untuk dimintai keterangan, kemudian sampai sore ditingkatkan dari saksi ke tersangka

Sony Sonjaya mengajukan justice collaborator secara resmi pada Senin (8/6/2026), apa alasannya?

Kita ditandatangani kuasa dan mendampingi pak Sony hari itu dalam pemeriksaan pertama kita mendampingi. Awalnya jadwal pemeriksaan pagi, karena ada kegiatan penyidik, pemeriksaan baru dilakukan sore sekitar jam 16.00.

Waktu berjalan sekitar dua jam, karena hari Kamis pak Sony puasa, break dulu jam 18.00, solat magrib, makan dan dilanjutkan pemeriksaan. Sebelum dilanjutkan pemeriksaan, diskusi dulu dengan saya.

‘Saya mau justice’ oh ya? ‘Apa yang mau bapak justice? Keterangan apa yang kooperatif sehingga membantu peran penyidik untuk justice-nya bapa ini mengungkap peristiwa dengan terang benderang. Kenapa bapak bisa justice?’

‘Saya gak suka dengn narasi berkembang di luar saya dituduhkan jual-beli titik, dituduh membuat merekayasa yayasan, lalu dapur SPPG terafiliasi dengan yayasan saya, saya gak suka dengan narasi itu’ kalau gak suka yang terjadi seperti apa?

‘Gak begitu, jadi saya ini diatensi misalkan Ka (Kepala) Badan (BGN) dateng, pak Dadan ke ruangan, ‘Pak Sony tolong titik ini dionkan atau diverifikasikan, ini punya si A’ tentunya karena kabadan yang datang, lalu menyebut nama itu tentulah beliau loyal kepada pimpinan. Apalagi program ini dimana Presiden meminta percepatan penerima manfaatnya.

Kemudian terungkaplah nama-nama itu, beliau menyampaikan bahwa ‘Saya sebetulnya membantu program pak Presiden mengungkap koruptor, nah saya mau bekerja sama dengan penyidik untuk mengungkap ini menjadi lebih besar’

Siapa siapa saja si pak yang datang ke tempat bapak? Ada si A, B, C dia minta titik pengajuan membawa yayasan, diminta verifikasikan, saya kasih 100 titik. Tokoh yang kalau kita sebut pasti semua orang tahu.

Setelah dikasih 100, yang dibangun 20. Sisanya 80, dialihkan lagi ke pihak ketiga, dijualbelikan mereka masa dituduhkan ke saya itu gak fair buat saya. Makanya saya mau justice.

Berapa banyak nama nama ini? ‘Totalnya 26 nama itu baru sebagian ya, masih ada lagi’.

Adakah aliran uang terkait jual beli titik SPPG kepada pak Sony?

Pak Sony tidak pernah meminta uang ataupun meminta apa pun kepada mereka yang datang. Karena satu, melihat mereka yang datang ini punya nama besar, kedua untuk mempercepat program presiden. Ya sudahlah pak kami kasih

Dia bilang 1.000 persen bisa dipertanggungjawabkan bahwa tidak ada aliran dana ke saya dan tidak ada saya jual beli titik

Makannya saya ingin tahu arahnya penyidik ke klien kami ini ke mana? Karena ada pengadaan motor, IT, tablet, tv, kaos kaki dan sebagainya. Kami tegaskan tupoksi klien kami tidak berada di dalam PPK atau urusan pengadaan itu.

Tupoksinya pak Sony itu ada di dalam pengadaan verifikasi titik. Lalu persesuaiannya apa dengan bukti bukti ini?

Saya ada chat-chatan semuanya, ada di dalam handphone yang disita penyidik. Semua bukti komunikasi, bukti mereka beratensi itu ada semua di dalam handphone yang disita penyidik

26 nama sudah masuk BAP dan buktinya ada di dalam handphone?

Buktinya ada, misalnya nama ini, bagaimana komunikasinya terus bagaimana interaksinya seperti apa itu ada.

Untuk menjadi JC kan bukan pelaku utama, apakah Sony Sonjaya meyakini dirinya bukan pelaku utama?

Sudah kami pertimbangkan, dan sudah sesuai aturan perundang-undangan, sudah kita sesuaikan peran pak Sony, bagaimana UU mengatur, bagaimana ketentuan SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) mengatur, bahwa klien kami pantas mendapat JC.

Beredar 26 nama yang beredar di media sosial, tersiri dari eksekutif, legislatif hingga yudikatif, benarkah nama-nama itu dengan nama-nama yang disebut Sony dalam BAP?

Saya gak bisa bilang untuk saat ini karena ada komitmen saya dengan klien kami. Bang Sony sudah bilang, ‘Kris, nama-nama itu sudah kita sampaikan dalam penyidikan dan pemeriksaan, nanti biarkan saya yang rilis langsung ke publik terkait dengan nama-nama itu’

Jadi dia pesan ya bisa saja berkesempatan pada saat pemeriksaan, ada doorstop dengan wartawan menanyakan nama nama itu beliau akan sampaikan sendiri.

Kenapa jual beli SPPG ini bisa terjadi? Apakah ada tekanan terhadap pak Sony?

Kalau orang punya posisi tinggi, lalu dia bisa menggerakkan kekuasaannya ya pasti ada bahasa dia begini ‘Kalau kau jadi aku, kau juga pasti gak akan mampu lah menghadapi orang-orang ini. Pasti kau akan bilang siap bapak pasti kami akan kasih’.

Pak Sony buat surat untuk keluarga, apa isinya?

Suratnya kepada istrinya, isinya ‘Mamah sabar, papah di sini dalam keadaan baik-baik saja. Saat ini papah sedang menulis rangkaian peristiwa untuk diberikan seterang-terangnya kepada penyidik. Apa yang dituduhkan kepada papah, 1.000 persen mamah harus percaya papah gak pernah melakukan hal itu. Dari dulu saja papa kalau mau melakukan itu.'

Ada gak pihak yang bertanggung jawab selain 3 orang ini?

Pasti, kita lihat akan ada gebrakan apa dalam pemeriksaan lanjutan pak Sony.

Itu di BGN?

Iya betul.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More