Jakarta, IDN Times - Perang melawan Amerika Serikat dan Israel yang sudah berjalan sejak 28 Februari 2026 lalu membuat krisis ekonomi di Iran makin akut. Krisis ekonomi ini lantas membuat banyak perusahaan di Iran terpaksa merumahkan pekerjanya.
Berdasarkan laporan New York Times yang dirilis pada Selasa (12/5/2026), Pemerintah Iran mengatakan, setidaknya 2 juta warga mereka kini sudah kehilangan pekerjaan imbas perang dengan AS dan Israel. Jumlah ini diperkirakan bisa meningkat jika perang berlanjut di kemudian hari.
“Sebuah pusaran masalah ekonomi yang aneh dan luar biasa telah muncul dan terus menjadi semakin kompleks. Sebelum perang, Iran sudah berada dalam situasi ekonomi yang sangat buruk dan menghadapi serangkaian krisis besar,” kata Amir Hossein Khaleghi, seorang ekonom di Kota Isfahan, Iran.
