Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS-Israel Disebut Bakal Lanjut Perang Lawan Iran Pekan Depan

AS-Israel Disebut Bakal Lanjut Perang Lawan Iran Pekan Depan
potret bendera Amerika Serikat dan Israel (pexels.com/www.kaboompics.com )
Intinya Sih
  • AS dan Israel dikabarkan tengah mempersiapkan serangan baru ke Iran, menjadi langkah paling serius sejak gencatan senjata disepakati pada April lalu.
  • Presiden AS Donald Trump menegaskan kesabarannya terhadap Iran telah habis dan mengancam akan menyerang jika proposal perdamaian tidak disetujui.
  • Iran menolak syarat perdamaian AS, siap membalas serangan, sementara Trump berupaya mengambil uranium Iran untuk menghentikan program nuklir yang dianggap ancaman global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dan Israel dikabarkan berencana melanjutkan perang melawan Iran pada pekan depan. Kabar tersebut disampaikan oleh seorang pejabat di Timur Tengah yang enggan disebut namanya kepada New York Times pada Jumat (15/5/2026).

Pejabat itu mengatakan, AS dan Israel kini sedang melakukan persiapan intens untuk melakukan serangan terbaru ke Iran. Ia menyebut itu merupakan persiapan perang paling serius yang dilakukan AS dan Israel sejak menyetujui gencatan senjata dengan Iran pada April lalu.  

1. Donald Trump sudah mengisyaratkan akan lanjut perang lawan Iran

Donald Trump sedang berada di sebuah acara.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Presiden AS, Donald Trump, sebetulnya sudah mengisyaratkan bahwa AS kemungkinan akan melanjutkan perang melawan Iran. Sebab, pada Kamis (14/5/2026), Trump mengatakan dirinya kini sudah kehabisan kesabaran dengan Iran. Sebab, mereka tidak kunjung menyetujui proposal perdamaian dari AS.

Oleh karena itu, Trump mendesak Iran untuk segera menyetujui proposal perdamaian yang diberikan AS beserta syarat-syaratnya. Jika tidak, Trump mengatakan AS tidak akan segan-segan untuk menyerang Iran dengan kekuatan yang lebih besar. 

“Saya tidak akan bersabar lebih lama lagi. Mereka harus membuat kesepakatan,” ujar Trump kepada awak media usai bertemu dengan Presiden Xi Jinping di China, seperti dilansir Times of Israel

2. Iran siap membalas jika diserang AS

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)

Meski sudah diancam Trump, Iran tetap tidak gentar. Pasukan militer Iran menegaskan pihaknya siap membalas jika AS benar-benar melakukan serangan terhadap mereka “kapan pun dan di mana pun”.

Iran juga menegaskan tidak akan menuruti semua syarat yang diberikan Trump dalam proposal perdamaian terbaru yang ia berikan. Sebab, syarat-syarat tersebut hanya menguntungkan pihak AS saja. 

Sebagai informasi, salah satu syarat yang diberikan Trump ke Iran jika ingin berdamai dengan AS adalah penghentian program pengembangan senjata nuklir. Selain itu, Trump juga meminta Iran untuk menyerahkan seluruh cadangan uraniumnya ke AS.  

3. Trump ingin mengambil uranium Iran karena sejumlah alasan

Uranium yang sudah diperkaya.
potret uranium (commons.wikimedia.org/United States Department of Energy)

Trump sendiri sangat ingin mengambil uranium milik Iran karena sejumlah alasan. Salah satu alasan mengapa Trump begitu ngebet untuk mengambil uranium Iran adalah karena ingin menghentikan program senjata nuklir mereka. Sebab, uranium merupakan salah satu bahan utama yang dibutuhkan Iran untuk membuat senjata nuklir. 

Dilansir Al Jazeera, Iran saat ini memiliki cadangan uranium yang sudah diperkaya sebanyak 440 kilogram. Jumlah ini setara dengan 60 persen dari total kebutuhan uranium untuk membuat senjata nuklir. Jika ingin membuat senjata nuklir, stok uranium Iran harus mencapai 90 persen. 

Kendati demikian, menurut Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, cadangan uranium yang dimiliki Iran saat ini sebetulnya sudah cukup untuk membuat sekitar sepuluh hulu ledak nuklir. Inilah yang membuat Trump ketar-ketir dan ingin segera mengambil uranium milik Iran. Sebab, Trump menganggap jika Iran berhasil membuat senjata nuklir, itu akan menjadi ancaman global, termasuk bagi AS.  

Selain itu, dalam pernyataan terbarunya pada Kamis, Trump mengatakan dirinya ingin mengambil uranium Iran untuk kepentingan hubungan masyarakat. Sebetulnya, Trump tidak menjelaskan secara detail apa maksud dari ungkapan tersebut. Namun, sejumlah pengamat menganggap bahwa kepentingan hubungan masyarakat yang dimaksud Trump adalah pencitraan.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More