Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dubes AS Dikecam usai Sebut Israel Berhak Kuasai Timur Tengah
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee (Gage Skidmore from Surprise, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)
  • Pernyataan Dubes AS untuk Israel, Mike Huckabee, yang menyebut Israel berhak atas sebagian besar wilayah Timur Tengah memicu kecaman luas dari negara-negara Arab dan Muslim.
  • Huckabee membela diri dengan mengatakan komentarnya telah disalahpahami dan diedit secara selektif, sementara sejumlah pihak menyerukan agar ia dicopot dari jabatannya.
  • Huckabee dikenal mendukung aneksasi Tepi Barat oleh Israel, meski Mahkamah Internasional menilai pendudukan wilayah Palestina itu ilegal dan meminta penghentian seluruh permukiman Yahudi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Negara-negara Arab dan Muslim, pada Minggu (22/2/2026), menyampaikan kecaman atas pernyataan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee, yang menyebut Israel memiliki hak atas sebagian besar wilayah di Timur Tengah.

Huckabee, mantan pendeta Baptis dan pendukung kuat Israel, menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan komentator sayap kanan dan kritikus Israel, Tucker Carlson, yang dirilis pada Jumat (20/2/2026). Saat itu, Carlson menanyakan kepada Huckabee mengenai makna sebuah ayat Alkitab yang sering ditafsirkan sebagai dasar klaim bahwa Israel berhak atas wilayah dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Suriah dan Irak.

“Tidak masalah jika mereka mengambil semuanya,” ujar Huckabee. Namun, ia menambahkan bahwa Israel tidak sedang berupaya memperluas wilayahnya dan hanya ingin mempertahankan wilayah yang saat ini mereka kuasai.

1. Pernyataan Huckabee dinilai berisiko menghambat upaya deeskalasi konflik di Gaza

serangan Israel di Jalur Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Komentar Huckabee itu langsung menuai kecaman keras, terutama dari negara-negara Arab dan Muslim, termasuk Arab, Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Palestina, Indonesia, Pakistan dan Turki. Mereka menilai pernyataan duta besar itu menyiratkan bahwa Israel berhak menguasai wilayah negara-negara Arab, termasuk Tepi Barat yang diduduki.

Dalam pernyataan bersama, mereka menyebut komentar itu melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta berisiko menghambat upaya meredakan konflik di Gaza dan mengganggu langkah menuju solusi politik yang menyeluruh.

“Kementerian menegaskan kembali bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan apa pun atas Wilayah Pendudukan Palestina atau tanah Arab lainnya yang diduduki," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Iran juga ikut menyuarakan kecamannya. Dalam pernyataan di X, kementerian luar negeri negara tersebut menuduh Huckabee telah mengungkap keterlibatan aktif AS dalam apa yang disebutnya sebagai perang agresi ekspansionis Israel terhadap rakyat Palestina.

2. Huckabee sebut pernyataannya telah disalahpahami

Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee (Gage Skidmore from Surprise, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)

Menanggapi kecaman tersebut, Huckabee membela diri dengan mengatakan bahwa pernyataannya itu telah diedit secara selektif.

“Versi yang Tucker unggah di X menghilangkan jawaban lengkap saya. Kebenaran penting bagi banyak dari kami. Tampaknya tidak bagi Tucker. Menyedihkan,” tulisnya dalam sebuah unggahan di media sosial pada Minggu.

Raed Jarrar, direktur advokasi di kelompok hak asasi manusia DAWN yang berbasis di AS, menilai pernyataan Huckabee bukan sekadar kesalahan biasa. Ia menyerukan agar duta besar itu dipecat.

“Seorang duta besar yang secara terbuka mendukung ekspansi wilayah Israel di seluruh Timur Tengah tidak pantas menjabat sebagai perwakilan Amerika Serikat. Ia harus segera dicopot, dan kegagalan pemerintahan Trump untuk bertindak akan dipandang dunia sebagai persetujuan atas pandangannya," kata Jarrar kepada Al Jazeera.

3. Huckabee dukung aneksasi Tepi Barat yang diduduki

ilustrasi tank-tank Israel di Tepi Barat (Aokiji Sama, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

Dilansir BBC, Huckabee kerap menyuarakan dukungannya terhadap aneksasi Israel atas Tepi Barat yang diduduki, sesuatu yang bertentangan dengan kebijakan AS selama beberapa dekade.

Sejak menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada 1967, Israel telah membangun sekitar 160 pemukiman yang menampung 700 ribu orang Yahudi. Diperkirakan sekitar 3,3 juta warga Palestina tinggal berdampingan dengan mereka.

Dalam opini bersejarah pada Juli 2024, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Saat itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan pengadilan telah membuat keputusan yang penuh kebohongan dan menegaskan bahwa rakyat Yahudi bukanlah penjajah di tanah mereka sendiri.

Pemerintah Israel dari masa ke masa telah membiarkan permukiman terus berkembang. Namun, ekspansi meningkat tajam sejak Netanyahu kembali berkuasa pada akhir 2022 sebagai pemimpin koalisi sayap kanan yang propermukiman, dan dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team