Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Israel Serang Lebanon Timur dan Kamp Pengungsi, 12 Orang Tewas

Israel Serang Lebanon Timur dan Kamp Pengungsi, 12 Orang Tewas
bendera Lebanon. (unsplash.com/Charbel Karam)
Intinya Sih
  • Israel melancarkan serangan udara di Lembah Bekaa dan kamp pengungsi Ain al-Hilweh, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 50 warga sipil Lebanon.
  • Serangan di Bekaa menargetkan area sekitar Baalbek dan disebut menghantam fasilitas terkait Hizbullah, sementara drone Israel menyerang kompleks Ain al-Hilweh yang menampung ribuan pengungsi Palestina.
  • Pemerintah Lebanon mengadukan pelanggaran gencatan senjata ke PBB setelah eskalasi terbaru ini, dengan data menunjukkan ribuan serangan Israel sejak kesepakatan damai November 2024.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pesawat tempur Israel kembali melancarkan gelombang serangan udara mematikan di berbagai wilayah Lebanon pada Jumat (20/2/2026). Serangan Israel menyasar dua titik utama, yakni area pegunungan Lembah Bekaa di wilayah timur dan kamp pengungsi Palestina Ain al-Hilweh di selatan Lebanon.

Akibat rentetan gempuran tersebut, sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 50 lainnya menderita luka-luka serta harus dilarikan ke berbagai rumah sakit. Serangan ini memicu kecaman dari berbagai pihak karena banyak warga sipil menjadi korban, sekaligus menjadi pelanggaran fatal terbaru atas kesepakatan gencatan senjata November 2024.

1. Gempuran mematikan di Lembah Bekaa renggut 10 nyawa

jet F-35I milik Israel.
jet F-35I milik Israel. (commons.wikimedia.org/U.S Air Force)

Gempuran paling parah menghantam kawasan Lembah Bekaa, menargetkan area sekitar Baalbek, pinggiran pegunungan Shaara, serta wilayah Qasr Naba dan Tamnine al-Tahta. Sumber pejabat keamanan melaporkan serangan di area timur Lebanon ini menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 50 warga lainnya.

Salah satu rudal menghancurkan sebuah gedung di dekat Yayasan Al-Qard Al-Hassan yang terletak di jalan raya Riyaq–Baalbek hingga rata dengan tanah. Pihak militer Israel berdalih bahwa operasi udara di Lembah Bekaa dilakukan untuk menargetkan pusat-pusat komando milik kelompok Hizbullah.

Serangan mematikan di timur Lebanon ini menjadi salah satu eskalasi paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir. Rentetan ledakan hebat dilaporkan bergema di kawasan pegunungan saat pesawat tempur Israel mengudara di langit Baalbek.

Operasi tersebut dilaporkan turut menewaskan salah satu pemimpin senior sekaligus tokoh militer dari kelompok Hizbullah. Namun, kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran tersebut belum merilis pernyataan resmi mengenai jatuhnya korban dari pihak mereka.

2. Drone Israel jatuhkan bom di kamp pengungsi Ain al-Hilweh

sudut kota Beirut, Lebanon.
sudut kota Beirut, Lebanon. (unsplash.com/christellehayek)

Di wilayah selatan Lebanon, drone milik Israel menjatuhkan bom di lingkungan Hittin dalam kompleks Ain al-Hilweh, kamp pengungsi Palestina terbesar yang menampung 80 ribu hingga 100 ribu jiwa. Kementerian Kesehatan Lebanon dan Bulan Sabit Merah Palestina mengonfirmasi serangan merenggut nyawa dua orang dan menyebabkan tiga lainnya terluka parah.

Misil Israel meluluhlantakkan sebuah gedung yang dikelola oleh Pasukan Keamanan Gabungan Palestina, sebuah badan yang ditugaskan untuk menjaga ketertiban kamp. Menurut Al Jazeera, fasilitas itu sedang disewa untuk digunakan sebagai dapur distribusi bantuan makanan bagi para pengungsi.

Militer Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan pusat komando tempat para militan kelompok Hamas beroperasi. Namun, kelompok Hamas menampik tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai dalih tak berdasar untuk melegalkan kekerasan terhadap masyarakat sipil.

“Menargetkan kamp yang menampung ribuan pengungsi Palestina dan berpenduduk padat merupakan eskalasi berbahaya serta pengabaian terang-terangan terhadap hukum internasional,” sebut pernyataan resmi Hamas, dilansir Anadolu Agency.

3. Rentetan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel

tentara Israel di Lebanon selatan.
tentara Israel di Lebanon selatan. (wikimedia/IDF Spokesperson's Unit)

Eskalasi mematikan di Bekaa dan Ain al-Hilweh menambah panjang daftar pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata pada November 2024. Pemerintah Lebanon telah mengajukan keluhan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar Dewan Keamanan segera mendesak Israel menghentikan pelanggaran kedaulatan di negaranya.

Data resmi PBB mencatat lebih dari 10 ribu serangan udara maupun operasi darat telah diluncurkan militer Israel sejak gencatan senjata disetujui. Agresi ini menghalangi upaya rekonstruksi desa-desa perbatasan dan kepulangan puluhan ribu pengungsi ke rumah mereka.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB memverifikasi terdapat sedikitnya 108 korban dari kalangan sipil, yang mencakup 21 perempuan dan 16 anak-anak sejak gencatan senjata berlaku. Selain rutin melancarkan serangan, Israel juga masih menduduki lima perbukitan strategis di Lebanon. Ketegangan telah menghambat upaya pengerahan tentara Lebanon untuk mengamankan wilayah selatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More