Jakarta, IDN Times - Duta Besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menentang kudeta, Kyaw Moe Tun, menyerukan langkah kolektif yang efektif terhadap junta militer menjelang pertemuan Dewan Keamanan (DK).
Sejak junta militer merebut kekuasaan di Myanmar pada 1 Februari 2021, bentrokan antara masyarakat sipil dan aparat tak kunjung berhenti. Meski ratusan nyawa telah hilang, kecaman dari komunitas internasional belum mampu mendesak junta untuk mengakhiri agresivitasnya.
"Sangat mendesak bagi masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah kolektif yang efektif untuk mencegah kemungkinan terjadinya kejahatan kemanusiaan dan munculnya potensi krisis kemanusiaan regional," tulis Kyaw Moe Tun dalam sebuah surat kepada badan dunia tertanggal 28 Mei, dan diterbitkan pada Senin (14/6/2021).
"Langkah-langkah yang kuat, tegas, dan terpadu sangat penting dan dibutuhkan segera," ujar dia seperti dikutip dari The Straits Times.
