Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Eks Dubes RI Bertemu JK, Usul Indonesia Gelar KTT Darurat GNB
Jusuf Kalla menggelar pertemuan dengan diplomat senior dan mantan duta besar. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Jusuf Kalla bertemu para mantan duta besar anggota ICWA di kediamannya untuk membahas situasi global dan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang berpegang pada prinsip bebas aktif serta non-blok.
  • ICWA menyampaikan empat isu utama kepada JK, termasuk konflik Timur Tengah, serangan Israel ke Iran, peran diplomasi Indonesia, dan pentingnya mendukung PBB dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
  • Para diplomat mengusulkan agar Indonesia menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Darurat Gerakan Non-Blok sebagai langkah konkret memperkuat peran diplomasi perdamaian Indonesia di tengah krisis internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) menggelar pertemuan dengan sejumlah diplomat senior dan mantan Duta Besar (Dubes) yang tergabung dalam Indonesian Council on World Affairs (ICWA) di kediamannya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026) malam.

Dalam pertemuan selama 2 jam itu, Jusuf Kalla menyampaikan apresiasinya atas kunjungan silaturahmi para diplomat tersebut. Dia menyebut ICWA sebagai wadah para pengamat kebijakan luar negeri yang terdiri dari para mantan duta besar dengan pengalaman luas di berbagai negara.

JK menjelaskan, diskusi tersebut bertujuan membahas situasi dunia saat ini serta memberikan tanggapan terhadap kebijakan luar negeri Indonesia.

"Kita menganggap bahwa kebijakan kita mestinya selalu berpegang kepada bebas aktif, berpegang kepada non-blok, berpegang kepada pertemuan luar biasa kita melaksanakan Konferensi Asia-Afrika untuk kemerdekaan dan nasionalisme dari Asia-Afrika seperti itu," kata dia usai menggelar pertemuan tertutup.

Pada kesempatan yang sama, Ketua ICWA Al Busyra Basnur menjelaskan, organisasi yang berdiri sejak 4 April 1997 tersebut berfokus menampung pemikiran serta memberikan pandangan terkait isu internasional. Pihaknya melaporkan sedikitnya empat poin krusial kepada JK, meliputi perkembangan situasi di Timur Tengah, masalah Board of Peace (BOP), serangan Israel ke Iran yang didukung Amerika Serikat (AS), hingga peran diplomasi Indonesia di kawasan Timur Tengah.

"Nah, di sini kami ingin menggarisbawahi salah satu pandangan kami yang kami laporkan tadi kepada Pak Jusuf Kalla adalah bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan luar biasa untuk pada situasi seperti sekarang ini menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Darurat GNB (Gerakan Non-Blok)," ujarnya.

Usulan itu didasari pada rekam jejak diplomasi perdamaian Indonesia yang kuat, termasuk peran personal Jusuf Kalla dalam berbagai resolusi konflik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas langkah-langkah yang perlu diambil Indonesia, baik secara domestik maupun global. ICWA menekankan pentingnya dukungan terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai satu-satunya organisasi multilateral yang diandalkan untuk mewujudkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

Editorial Team