“Laporan menunjukkan adanya rudal, drone, atau roket di wilayah udara Yordania. Carilah perlindungan di atas dan segera berlindung di tempat yang aman. Tetaplah di dalam ruangan dan perhatikan pengumuman dan peringatan setempat,” bunyi pernyataan resmi Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Amman, Yordania, pada Kamis (11/6/2026) pagi waktu setempat, seperti dilansir Anadolu Agency.
AS Minta Warganya di Yordania Waspada Serangan Iran

- Pemerintah AS mengeluarkan peringatan bagi warganya di Yordania agar waspada terhadap potensi serangan drone dan rudal Iran yang dilaporkan kembali memasuki wilayah udara negara tersebut.
- Iran melancarkan serangan ke Yordania, Bahrain, dan Kuwait menggunakan rudal balistik serta drone sebagai respons atas serangan balasan AS setelah insiden jatuhnya helikopter Apache di Selat Hormuz.
- Pemerintah Iran membantah tuduhan menembak jatuh helikopter AS dan memperingatkan Washington agar tidak menjadikan mereka kambing hitam karena dapat memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) merilis peringatan bahaya serangan lanjutan Iran untuk semua warganya di Yordania. Dalam peringatan tersebut, AS meminta semua warganya yang sedang atau tinggal di Yordania untuk waspada terhadap serangan drone dan rudal Iran.
AS juga meminta mereka untuk selalu berlindung di tempat aman. Sebab, serangan lanjutan Iran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Terlebih, drone dan rudal Iran dilaporkan sudah kembali memasuki wilayah udara Yordania.
1. Iran melakukan serangan ke tiga negara Timur Tengah

Peringatan bahaya ini dirilis Kedubes AS untuk merespons serangan Iran ke Yordania pada Rabu (10/6/2026) kemarin. Selain Yordania, Iran kala itu juga melakukan serangan ke dua negara Timur Tengah lainnya, yakni Bahrain dan Kuwait. Serangan itu membuat sirine bahaya meraung keras di ketiga negara tersebut. Semua warga langsung diminta waspada.
Berdasarkan keterangan Pemerintah Kuwait, Bahrain, dan Yordania, Iran meluncurkan serangan menggunakan empat rudal balistik dan sejumlah pesawat nirawak (drone). Rudal dan drone itu menyasar pangkalan militer AS yang ada di wilayah mereka.
2. Serangan Iran ke Yordania merupakan balasan untuk AS

Serangan yang dilakukan Iran ke tiga negara Timur Tengah tadi merupakan balasan atas serangan AS pada Selasa (9/6/2026) malam waktu setempat. Kala itu, Negeri Paman Sam menyerang Iran sebagai balasan atas jatuhnya helikopter AH-64 Apache milik militer AS di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan, Iran sengaja menembak jatuh helikopter itu sebagai upaya pertahanan diri dari serangan AS.
“Saya baru saja mendapat informasi dari militer hebat kita bahwa tadi malam, Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kita yang sangat canggih saat berpatroli di atas Selat Hormuz. Ada dua pilot yang terlibat. Keduanya selamat dan tidak terluka. Meskipun demikian, Amerika Serikat harus, tentu saja, menanggapi serangan ini. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!” tulis Trump di Truth Social.
3. Iran membantah tuduhan AS atas jatuhnya helikopter Apache

Tuduhan Trump tadi lantas dibantah Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang tidak disebut namanya mengatakan, negaranya sama sekali tidak menyerang helikopter AS yang sedang terbang di Selat Hormuz. Bantahan itu diperkuat oleh keterangan angkatan bersenjata Iran. Mereka mengatakan, tidak ada operasi militer yang dilakukan di sekitar Selat Hormuz saat helikopter AS jatuh.
Dalam pernyataannya kepada Iran International, militer Iran mengultimatum AS untuk jangan mengambinghitamkan mereka atas jatuhnya helikopter Apache. Sebab, tuduhan itu berpotensi memperkeruh situasi di Timur Tengah. Militer Iran juga mewanti-wanti AS untuk jangan melakukan serangan dengan dalih balasan atas jatuhnya helikopter tersebut. Namun, Trump mengabaikan ultimatum Iran dan langsung meminta pasukan AS untuk melakukan serangan balasan.


















