Timur Tengah Tegang, Jusuf Kalla: RI Dukung Stabilitas Arab Saudi

- Jusuf Kalla menegaskan dukungan Indonesia terhadap stabilitas dan keamanan Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
- Dalam pertemuan dengan Dubes Arab Saudi, JK menyampaikan harapan agar situasi Teluk tetap kondusif serta mendorong sikap netral dan perdamaian regional.
- Iran melancarkan serangan pesawat tak berawak ke fasilitas minyak Aramco di Ras Tanura, memicu penutupan kilang dan kebakaran akibat eskalasi konflik dengan AS dan Israel.
Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menyatakan, Indonesia mendukung stabilitas dan keamanan Arab Saudi di tengah situasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla usai menerima Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, HE.MR Faisal Abdullah Al-Amudi, di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).
Jusuf Kalla mengatakan, pertemuan tersebut membahas berbagai hal, termasuk silaturahmi dalam suasana bulan Ramadan serta perkembangan situasi di Timur Tengah.
1. Indonesia dukung Saudi jaga stabilitas kawasan

Menurutnya, terdapat laporan mengenai serangan yang berkaitan dengan fasilitas militer di Arab Saudi. Ia menilai, sasaran yang diserang bukanlah pemerintah Arab Saudi secara langsung, melainkan fasilitas yang berkaitan dengan pangkalan militer Amerika Serikat.
Meski demikian, Jusuf Kalla menegaskan, bahwa Indonesia tetap mendukung Arab Saudi dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Indonesia tetap berdiri mendukung Arab Saudi karena negara tersebut merupakan pusat umat Islam dengan keberadaan Masjidil Haram dan tempat-tempat suci lainnya,” ujarnya.
2. Indonesia harap kawasan teluk kondusif

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia berharap situasi di kawasan tersebut tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Menurut Jusuf Kalla, sikap pemerintah Indonesia adalah mendukung Arab Saudi sekaligus mendorong sikap netral dan upaya menjaga perdamaian di tengah situasi yang berkembang di kawasan Timur Tengah.
3. Iran serang ladang minyak Saudi Aramco

Iran menyerang perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco. Akibatnya, perusahaan menutup kilang Ras Tanura setelah serangan pesawat tak berawak Iran pada Senin (2/3/2026).
Setelah kematian pemimpin tertinggi negaranya setalah perang terbuka dengan Israel dan Amerika Serikat (AS), Iran kembali melancarkan serangan ke sejumlah kawasan teluk, dengan menargetkan lokasi strategis milik AS.
Berdasarka laporan India Today, kiilang minyak itu ditutup sebagai upaya mitigasi yang diambil perusahaan atas eskalasi yang kian memburuk antata Iran, Israel, dan AS. Kebakaran dilaporkan juga terjadi di Ras Tanura, Arab Saudi, menyusul serangan pesawat tak berawak Iran.
Kompleks Ras Tanura, di pantai Teluk kerajaan, merupakan salah satu kilang terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas 550.000 barel per hari (bpd) dan berfungsi sebagai terminal ekspor penting untuk minyak mentah Saudi.

















