Jakarta, IDN Times - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyoroti munculnya fenomena baru dalam hubungan internasional, yakni meningkatnya peran negara-negara yang disebut sebagai ‘kekuatan menengah’ atau middle powers.
Menurut Dino, tren ini sebenarnya sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, ketika sejumlah negara dengan kapasitas tertentu mulai memainkan peran lebih besar dalam membentuk arah dunia.
“Kita melihat tren dalam hubungan internasional di mana sekelompok negara dengan ukuran, bobot, dan ambisi tertentu… memainkan peran yang lebih signifikan dalam membentuk arah hubungan internasional,” ujarnya dalam pembukaan Middle Powers Conference di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Ia menyebut ada sekitar 20 negara yang masuk dalam kategori tersebut, baik dari kawasan utara maupun selatan global, yang kini mulai berpengaruh dalam dinamika global, termasuk dalam isu perang dan perdamaian.
