Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dino Patti Djalal: Prabowo Jangan Terlalu Mengejar Trump!

Dino Patti Djalal: Prabowo Jangan Terlalu Mengejar Trump!
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Dino Patti Djalal menilai pemerintah Indonesia terlalu berupaya mendekati Presiden AS Donald Trump tanpa hasil signifikan, termasuk tidak adanya pertemuan resmi di Gedung Putih.
  • Ia mengkritik keras gaya kepemimpinan Trump yang dianggap dominan, merugikan, dan tidak menghormati norma internasional, sehingga berpotensi menciptakan hubungan yang tidak setara bagi Indonesia.
  • Dino menyarankan agar Indonesia menyesuaikan pendekatan dengan AS melalui kerja sama teknis seperti perdagangan dan pertahanan, sambil mengurangi eksposur langsung antara Presiden Prabowo dan Trump.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengkritik pendekatan Indonesia terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menilai pemerintah terlalu berupaya membangun kedekatan dengan Trump.

“Ada kesan kuat bahwa Presiden Prabowo terlalu semangat untuk mengejar Presiden Trump,” ujar Dino, dalam video yang diunggah di media sosial, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, upaya tersebut terlihat dari sejumlah pertemuan dan kunjungan yang dilakukan di berbagai forum internasional. Namun, ia menilai hasilnya tidak signifikan karena tidak menghasilkan pertemuan bilateral resmi di Gedung Putih.

1. Nilai ketimpangan dalam hubungan

Dino Patti Djalal
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal (Dok. YouTube IDN Times)

Dino menilai hubungan dengan Trump berpotensi tidak setara dan merugikan Indonesia. Ia bahkan menyebut karakter kepemimpinan Trump sebagai faktor risiko. “Percayalah tidak akan ada kesetaraan dalam hubungan dengan Trump,” katanya.

Ia menambahkan, Trump cenderung mendominasi dan memaksakan kepentingannya.

“Presiden Trump hanya akan menuntut, mendominasi, merendahkan, mengeksploitasi dan memaksakan keinginannya,” ujar Dino.

2. Kritik tajam terhadap kepemimpinan Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di Pesawat Air Force One.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di Pesawat Air Force One. (commons.wikimedia.org/Official White House Photo)

Dalam pernyataannya, Dino juga menyampaikan kritik keras terhadap gaya kepemimpinan Trump di panggung global. “Dalam 4 bulan terakhir terbukti bahwa Presiden Trump sudah berubah menjadi pemimpin dunia yang paling berbahaya,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut Trump sebagai pemimpin yang tidak menghormati norma internasional.

“Ia tidak peduli hukum dan norma internasional,” kata Dino.

3. Saran penyesuaian hubungan dengan AS

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam penandatanganan Board of Peace Charter.
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam penandatanganan Board of Peace Charter. (Dok. The White House)

Meski mengkritik Trump, Dino tidak menyarankan Indonesia memutus hubungan dengan Amerika Serikat. Ia justru mendorong pendekatan yang lebih terukur.

“Lakukan penyesuaian hubungan dengan Amerika Serikat,” ujarnya.

Ia menekankan, kerja sama tetap penting di tingkat teknis, seperti perdagangan, investasi, dan pertahanan. Namun, ia mengingatkan agar eksposur langsung di tingkat pemimpin dikurangi.

“Kurangi eksposur Presiden Prabowo terhadap Presiden Trump,” tegas Dino.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More