Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Filipina Tuduh Kapal China Lakukan Riset Ilegal di Reed Bank
Bendera Filipina (unsplash.com/iSawRed)
  • Penjaga Pantai Filipina menuduh kapal riset China, Xiang Yang Hong 33, melakukan penelitian ilegal di Reed Bank yang termasuk dalam ZEE Filipina tanpa izin resmi.
  • PCG menegaskan akan terus menjaga wilayah lautnya dari aktivitas asing yang melanggar hukum dan menemukan puluhan kapal China lain di sekitar Iroquois Reef serta Pulau Thitu.
  • Pemerintah China membantah tuduhan tersebut dan menyebut kegiatan kapalnya sebagai riset sah sesuai hukum internasional, meski Filipina menilai pola pelayaran kapal itu mencurigakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Penjaga Pantai Filipina (PCG) menuduh China melakukan kegiatan riset kelautan tanpa izin di sekitar Reed Bank. Wilayah ini masuk ke dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina di Laut China Selatan dan dikenal memiliki banyak cadangan minyak serta gas bumi.

Tuduhan ini muncul dari hasil patroli udara PCG pada Selasa (6/5/2026). Dalam patroli tersebut, petugas menemukan sebuah kapal riset asal China sedang beroperasi di perairan yang statusnya masih diperdebatkan. Kejadian ini kembali memunculkan perbedaan pendapat antara pemerintah Filipina dan China terkait batas wilayah laut mereka.

1. Awal mula penemuan kapal riset China di perairan Filipina

Pesawat patroli maritim PCG tipe Islander 4177 menemukan kapal riset oseanografi China, Xiang Yang Hong 33, pada Selasa (6/5/2026). Kapal itu berada sekitar 7,34 mil laut di sebelah barat Rozul Reef, kawasan Kepulauan Kalayaan. Saat ditemukan, kapal Xiang Yang Hong 33 terlihat sedang menurunkan perahu kecil menuju Iroquois Reef yang berada di ujung selatan Reed Bank.

PCG menilai kegiatan menurunkan perahu itu sebagai bukti adanya Operasi Riset Ilmiah Kelautan (MSR) tanpa izin.

"PCG memastikan bahwa kapal-kapal tersebut melakukan riset ilmiah kelautan secara ilegal karena tidak ada izin dari pemerintah Filipina. Hal ini melanggar aturan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS)," kata Laksamana Muda Jay Tarriela, selaku Juru Bicara PCG, dilansir The Manila Times.

Pihak PCG menegaskan bahwa pemerintah Filipina belum memberikan izin kepada pihak asing mana pun untuk melakukan riset di perairan mereka. Kehadiran kapal riset China tersebut dinilai tidak menghormati aturan hukum internasional.

2. PCG akan terus menjaga wilayah perairan dari kegiatan yang melanggar

Panglima PCG, Laksamana Ronnie Gil Gavan, memberikan tanggapan terkait kejadian ini. Ia menyatakan PCG akan terus menjaga wilayah perairan mereka dari kegiatan yang melanggar hak Filipina.

"Kami akan terus menolak setiap kegiatan ilegal yang mengganggu hak dan wilayah kami," kata Laksamana Ronnie Gil Gavan.

Selain kapal riset, PCG juga melaporkan ada satu kapal Penjaga Pantai China (CCG) dan 13 kapal penjaga keamanan laut China yang sedang bersandar di sekitar Iroquois Reef. Keberadaan kapal-kapal ini menunjukkan adanya kegiatan yang sudah direncanakan di area tersebut.

Patroli tersebut juga menemukan 28 kapal China lainnya di sekitar Pulau Thitu, sebuah wilayah yang saat ini dikelola oleh Filipina. Temuan ini menambah daftar masalah keamanan di wilayah Laut China Selatan.

3. China menolak tuduhan dari Filipina

Kedutaan Besar China di Manila menolak tuduhan dari Filipina. China menyatakan bahwa kegiatan kapalnya di perairan tersebut adalah kegiatan penelitian biasa. Mereka menyebut semua kegiatan itu sudah sesuai dengan hukum internasional yang berlaku.

Pernyataan ini sejalan dengan sikap China yang sejak lama menolak hak Filipina atas perairan Reed Bank, meskipun pengadilan internasional pada tahun 2016 memenangkan pihak Filipina.

Sementara itu, data Sistem Deteksi Kapal Gelap (DVD) milik Kanada yang dipakai oleh PCG menunjukkan bahwa kapal Xiang Yang Hong 33 sudah meninggalkan China sejak 15 April 2026. Selama hampir tiga minggu berlayar, kapal itu telah melakukan survei di beberapa lokasi penting yang masuk ke dalam ZEE Filipina.

Kapal ini tercatat pernah beroperasi di dekat Ayungin Shoal pada 20-22 April, lalu pindah ke Escoda Shoal pada 22-28 April. Pada 3 sampai 6 Mei, kapal tersebut terlihat di sekitar Quirino Atoll dan Rozul Reef, sebelum akhirnya ditemukan di dekat Reed Bank. Pola perjalanan ini membuat Filipina yakin bahwa kapal tersebut memang ditugaskan untuk memetakan sumber daya alam di wilayah yang masih diperebutkan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team