Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ganggu Gencatan Senjata, Trump Desak Iran-Israel Setop Saling Serang
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Official White House Photo)
  • Donald Trump mendesak Iran dan Israel segera menghentikan serangan karena mengganggu proses gencatan senjata yang sedang dinegosiasikan bersama Amerika Serikat.
  • Iran meluncurkan rudal ke wilayah utara Israel sebagai balasan atas serangan Israel ke Beirut, sementara Israel membalas dengan rudal balistik ke Iran bagian barat dan tengah.
  • Militer Iran menegaskan akan terus menyerang Israel hingga agresi terhadap Lebanon dihentikan, memperingatkan tindakan lebih keras jika serangan berlanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak Iran dan Israel untuk berhenti saling meluncurkan serangan. Sebab, aksi tersebut mengganggu proses gencatan senjata antara Iran, AS, dan Israel yang kini sedang berlangsung. 

“Israel dan Iran harus segera menghentikan serangan. Kedua belah pihak, Israel dan Iran, ingin segera melakukan gencatan senjata!" tulis Trump dalam sebuah unggahan di laman Truth Social miliknya pada Senin (8/6/2026), seperti dikutip The Hill

1. Iran dan Israel saling serang lagi

ilustrasi serangan (unsplash.com/Edgar Serrano)

Saat ini, Iran dan Israel kembali saling serang. Aksi ini mengancam proses gencatan senjata antara Iran, AS, dan Israel yang kini masih berlangsung. Padahal, Iran dan AS sedang melanjutkan negosiasi agar gencatan senjata bisa berubah menjadi kesepakatan damai jangka panjang. 

Serangan perdana dimulai oleh Iran pada Minggu (7/6/2026) malam waktu setempat. Kala itu, Iran menghujani wilayah Israel utara dengan rudal. Iran menjelaskan, serangan itu merupakan balasan terhadap Israel. Sebab, beberapa jam sebelumnya, Israel telah lebih dulu menyerang Kota Beirut, Lebanon. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan, serangan itu merupakan balasan terhadap Hizbullah karena mereka telah menyerang pasukan Israel.

2. Israel membalas serangan dari Iran

potret bendera Israel (pexels.com/David Rado)

Menanggapi serangan Iran, Israel tentu tidak tinggal diam. Israel melakukan serangan balasan ke wilayah Iran bagian barat dan tengah pada Senin (8/6/2026) pagi waktu setempat. Menurut keterangan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Israel melakukan serangan menggunakan rudal balistik.

Pasukan militer Israel (IDF) menegaskan tidak akan segan membalas serangan Iran kapan pun dan di mana pun. Sebab, IDF tidak akan membiarkan warga Israel jadi korban serangan yang dilakukan Iran. 

3. Iran akan tetap menyerang Israel sampai agresi ke Lebanon berhenti

Sebuah bangunan di Kota Beirut, Lebanon, hancur akibat serangan Israel. (pexels.com/Jo Kassis)

Dalam kesempatan lain, angkatan bersenjata Iran menegaskan akan terus menyerang Israel sampai mereka berhenti menyerang Lebanon. Sebab, sebagai negara sahabat, Iran tidak ingin Lebanon terus diserang negara mayoritas Yahudi tersebut. 

“Jika agresi dan kejahatan terus berlanjut, tindakan yang jauh lebih keras dan menghancurkan akan segera dilakukan," bunyi pernyataan resmi angkatan bersenjata Iran dikutip Jerusalem Post.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article