Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gangguan Transmisi Picu Pemadaman Listrik Nasional di Sri Lanka
Ilustrasi pemadaman (magnific.com/wirestock)
  • Sri Lanka mengalami pemadaman listrik nasional pada 17 Oktober 2026 akibat gangguan sistem transmisi, yang menghentikan pasokan ke permukiman, layanan publik, pertokoan, dan industri.
  • Kerusakan mesin di PLTA Upper Kotmale diduga menjadi pemicu awal. Instalasi air bersih Ambatale dan Biyagama sempat lumpuh, sementara pemulihan daya dilakukan bertahap ke wilayah prioritas.
  • NSO meminta pemilik panel surya atap memutus sambungan sementara demi stabilisasi jaringan. PLTU Norochcholai berhenti otomatis sebagai prosedur keselamatan, bukan akibat kerusakan mesin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sri Lanka mengalami pemadaman listrik total di seluruh negeri pada Sabtu (17/10/2026) akibat gangguan pada sistem transmisi daya. Gangguan berskala besar ini menghentikan pasokan listrik ke permukiman warga, fasilitas layanan publik, hingga kawasan pertokoan dan industri di berbagai wilayah.

Departemen Informasi Pemerintah Sri Lanka menyatakan bahwa seluruh petugas terkait telah diterjunkan untuk mempercepat proses perbaikan jaringan. Pada saat yang sama, pihak pengelola sistem kelistrikan terus berkoordinasi untuk menstabilkan kembali tegangan dan mengendalikan beban arus nasional.

1. Gangguan teknis di Pembangkit Listrik Upper Kotmale

ilustrasi pembangkit listrik (pexels.com/Radik 2707)

Menteri Energi Sri Lanka, Anura Karunathilake, menyampaikan bahwa kerusakan mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Kotmale diduga kuat menjadi pemicu awal pemadaman ini. Pihak berwenang masih terus memeriksa instalasi tersebut guna memastikan keterkaitan masalah teknis ini dengan gangguan pada jaringan transmisi utama.

"Kerusakan teknis di Pembangkit Listrik Upper Kotmale diduga kuat menjadi penyebab awal pemadaman listrik di seluruh negeri ini," ujar Karunathilake.

Akibat padamnya listrik secara luas ini, sejumlah fasilitas penting warga sempat lumpuh, terutama instalasi pengolahan air bersih utama di Ambatale dan Biyagama. Pemerintah setempat belum menetapkan batas waktu kapan pemulihan akan selesai sepenuhnya, namun tim teknis sudah mulai menyalurkan daya secara bertahap ke daerah-daerah prioritas.

2. Imbauan mematikan panel surya atap sementara waktu

Ilustrasi menggunakan panel surya (pexels.com/Robert So)

Operator listrik negara, National System Operator (NSO), meminta warga yang memiliki instalasi panel surya di atap untuk mematikan sambungannya sementara waktu. Arahan darurat ini diberlakukan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut demi mempercepat proses penstabilan jaringan transmisi nasional.

Langkah ini diambil karena menghidupkan kembali sistem listrik dari kondisi padam total membutuhkan pengaturan frekuensi dan tegangan yang sangat stabil. Pasokan arus dari panel surya yang belum selaras dikhawatirkan dapat menimbulkan lonjakan arus dan ketidakseimbangan beban baru. Gangguan tersebut berisiko menggagalkan proses penyambungan kembali pembangkit listrik utama ke jalur distribusi.

3. Prosedur keselamatan di Pembangkit Listrik Norochcholai

ilustrasi Kandy, Sri Lanka (pexels.com/Atlantic Ambience)

NSO secara resmi membantah kabar yang menyebutkan terjadinya kerusakan beruntun pada sejumlah fasilitas pembangkit listrik negara. Pengelola menegaskan bahwa seluruh pembangkit listrik tenaga air tetap aktif normal guna memasok daya awal serta membantu pemulihan jaringan utama.

Pihak operator juga memberikan penjelasan mengenai berhentinya operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara Norochcholai. Penghentian unit tersebut merupakan prosedur keselamatan otomatis untuk mencegah kerusakan akibat penurunan frekuensi secara drastis, bukan karena mesin yang rusak, dan pasokan akan dinyalakan kembali secara bertahap begitu arus jaringan kembali seimbang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article