Jakarta, IDN Times - Warga Palestina di Gaza akhirnya mengikuti pemilu untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir. Pemungutan suara digelar pada Sabtu (25/4/2026), bersamaan dengan pemilu lokal di sejumlah wilayah Tepi Barat.
Pemilu ini menjadi momen langka bagi warga Gaza, yang terakhir kali mengikuti pemilu pada 2006 sebelum wilayah tersebut dikuasai Hamas. Sejak saat itu, tidak ada pemilihan yang digelar di wilayah tersebut.
Kali ini, pemungutan suara difokuskan di Deir al-Balah, sebuah kota di Gaza tengah yang relatif paling sedikit mengalami kerusakan dibanding wilayah lain setelah dua tahun serangan udara Israel pasca peristiwa 7 Oktober 2023.
Meski dilakukan dalam keterbatasan, pemilu ini tetap dianggap sebagai langkah penting dalam upaya menghidupkan kembali proses demokrasi di wilayah Palestina.
