Mahasiswa Diblokade TNI di Dukuh Atas, Lalu Lintas Arah HI Lumpuh Total

- Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas diblokade TNI di Dukuh Atas saat menuju Bundaran HI, menyebabkan lalu lintas arah HI lumpuh total pada Jumat siang.
- Aksi ini diikuti lebih dari seribu mahasiswa dari berbagai kampus besar seperti UI, IPB, PNJ, dan UIN yang berkumpul untuk menyuarakan aspirasi bersama.
- Mahasiswa membawa lima tuntutan utama, termasuk penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta penghentian militerisme di ranah sipil.
Jakarta, IDN Times - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam beberapa universitas kembali diblokade saat menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Kali ini, massa sicegat ratusan anggota TNI yang membuat blokade di Dukuh Atas. Akibatnya, lalu lintas menuju Bundaran HI lumpuh total.
Pada pukul 14.40 WIB, massa dari arah Bundaran HI menghampiri blokade sehingga aparat dipres.
Mahasiswa yang diblokade terus berusaha menerobos kepungan aparat. Mereka terus menggemakan yel-yel dan juga menyuarakan aspirasi.
“Hei antek-antek asing, bubarkan MBG. Hei aparat, buka jalan!” teriak mahasiswa.
“Revolusi, revolusi, revolusi!” sambut mahasiswa.
Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demo di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026).
Kampus-kampus yang dipastikan ikut serta dalam aksi hari ini adalah BEM UI dan 15 BEM Fakultas yang ada di UI, BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, FMN Pusat, FMN UI, BEM UIN, Pembebasan dan Semar UI.
“Seribu lebih mahasiswa akan turun ke Bundaran HI. Kami berencana kumpul pukul 10.00 WIB,” kata Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan kepada IDN Times.
BEM UI juga mengundang kepada seluruh elemen masyarakat; mahasiswa, buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, serta siapapun yang merasakan bahwa negara ini sedang berjalan ke arah yang salah.
“Datanglah! Pupus harapan pemerintah akan berubah dikarenakan pemimpinnya arogan, sombong, dan tantrum. Kita rebut keadilan! Karena Keadilan tidak datang sendiri. Ia harus dijemput oleh rakyat Indonesia yang besar, bukan pemerintah yang berlagak besar padahal pemimpinnya hanya pelayan oligarki dan petugasnya trump,” ujar Athof.
Terdapat lima tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut;
1. Stop pemborosan APBN
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
5. Menuntut Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah
“Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni,” kata Athof.


















