Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi gelombang panas dan kekeringan (pexels.com/Johannes Plenio)
ilustrasi gelombang panas dan kekeringan (pexels.com/Johannes Plenio)

Intinya sih...

  • Warga bertaruh nyawa selamatkan ternak dari api

  • Rekor suhu pecah hampir 50 derajat Celcius

  • Otoritas kesehatan waspada

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wilayah tenggara Australia tengah dilanda gelombang panas ekstrem yang mendorong suhu mendekati 50 derajat Celsius dan memicu kebakaran hutan hebat di sejumlah daerah pedesaan, khususnya di negara bagian Victoria.

Gelombang panas ini disebut sebagai yang paling parah dalam 16 tahun terakhir, menurut Biro Meteorologi Australia. Suhu ekstrem tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga memaksa ribuan warga mengambil langkah darurat untuk melindungi rumah, ternak, dan keselamatan keluarga mereka.

Kondisi terparah terjadi di wilayah pedesaan seperti Gellibrand, sekitar 200 kilometer barat daya Melbourne, tempat api menyebar dengan cepat di lahan pertanian akibat cuaca panas dan kering.

Di tengah kepungan api dan panas menyengat, warga setempat saling membantu, sementara otoritas kesehatan memperingatkan bahwa gelombang panas merupakan ancaman serius bagi keselamatan manusia.

1. Warga bertaruh nyawa selamatkan ternak dari api

ilustrasi gambar gelombang panas (pexels/Pavel Danilyuk)

Karlee Smith, warga Gellibrand, terpaksa menaiki sepeda motor roda empat untuk menggiring domba menjauh dari kobaran api yang bergerak cepat di sekitar lahan pertanian keluarganya.

“Kami benar-benar harus melewati area yang sedang terbakar,” kata Smith. “Api rumputnya tidak merata, tapi sangat panas dan benar-benar menyala.”

Sementara Smith menggiring ternak, ayah dan saudaranya berusaha menahan api dengan tangki air yang ditarik traktor. Di tengah upaya tersebut, mereka menemukan seekor koala jantan yang turun dari habitatnya setelah hutan tempat tinggalnya terbakar.

Koala tersebut terlihat kelelahan dan mengalami syok. Setelah diperiksa dan diberi daun eukaliptus, hewan itu dilepaskan kembali ke pohon yang belum terdampak api.

2. Rekor suhu pecah hampir 50 derajat Celcius

Ilustrasi gelombang panas. (Unsplash/Lamyai)

Biro Meteorologi Australia mencatat Selasa (27/1/2026) sebagai hari terpanas dalam sejarah Victoria. Kota Hopetoun dan Walpeup mencatat suhu tertinggi 48,9 derajat Celsius.

Di negara bagian tetangga seperti New South Wales dan Australia Selatan, sejumlah kota juga mencatat suhu mendekati 50 derajat Celsius, hanya sedikit di bawah rekor nasional Australia sebesar 50,7 derajat yang tercatat pada 2022.

Melbourne sebagai ibu kota Victoria juga terdampak, dengan suhu menembus lebih dari 45 derajat Celsius, membuat aktivitas warga sangat terbatas.

Gelombang panas ini mempertegas panas ekstrem merupakan jenis cuaca paling mematikan, terlebih ketika dipicu oleh krisis iklim akibat aktivitas manusia.

3. Otoritas kesehatan waspada

Gelombang panas menghantam sebagian wilayah AS dan Kanada mulai minggu ini. (Pexels.com/Archie Binamira)

Steve McCullough, pengelola hotel lokal di Hopetoun, mengatakan warga di daerah pertanian tersebut terbiasa menghadapi panas ekstrem, meski kali ini terasa jauh lebih parah.

“Kami membuka pintu dan memberi tahu siapa pun yang kepanasan bisa masuk dan duduk tanpa kewajiban membeli apa pun,” ujarnya kepada CNN, Kamis (30/1/2026).

Hotel tersebut menjadi tempat berlindung bagi warga yang menghindari penggunaan pendingin ruangan karena biaya listrik yang melonjak. Ia menambahkan, “Begitu suhu lewat 40 derajat, entah itu 42 atau 49 derajat, rasanya sama-sama panas luar biasa. Kita harus bisa menyesuaikan diri.”

Otoritas kesehatan Victoria mengimbau masyarakat untuk tetap terhidrasi dan memeriksa kondisi kelompok rentan. “Tanda-tanda sengatan panas adalah kehilangan kesadaran, kebingungan, dan kejang,” kata Michael Georgiou dari Ambulance Victoria.

Ia menegaskan kondisi tersebut merupakan keadaan darurat yang mengancam nyawa.

Suhu ekstrem turut memperparah kebakaran hutan di Victoria, memicu evakuasi dan membuat petugas pemadam kebakaran sukarela berjuang menahan api di sekitar permukiman. Status bencana masih diberlakukan saat sedikitnya lima kebakaran besar terus berlangsung.

Lebih dari 100 ribu rumah sempat kehilangan pasokan listrik akibat kerusakan jaringan dan tekanan pada sistem listrik, membuat banyak warga harus bertahan tanpa pendingin udara di tengah panas ekstrem.

Kyla Beale, warga Gellibrand, mengatakan sebagian besar warga telah dievakuasi sejak Sabtu pekan lalu. “Sangat menakutkan meninggalkan suami saya sendirian menghadapi angin dan api,” katanya.

Para ahli iklim memperingatkan bahwa kondisi ekstrem ini merupakan darurat kesehatan publik. “Panas adalah pembunuh senyap. Panas telah merenggut lebih banyak nyawa di Australia dibandingkan semua bencana cuaca ekstrem lainnya,” kata Dr Kate Charlesworth dari Australian Climate Council.

Editorial Team