Jakarta, IDN Times - Ratusan pakar perkembangan anak dan organisasi perlindungan konsumen mengirimkan surat tuntutan kepada pimpinan Google dan YouTube pada Rabu (1/4/2026). Mereka mendesak raksasa teknologi tersebut untuk segera menghentikan penayangan serta rekomendasi video kecerdasan buatan (AI) bagi penonton anak-anak di semua platform mereka.
Langkah tegas ini diambil menyusul kekhawatiran terhadap maraknya konten otomatis atau "AI slop" yang dinilai tidak mendidik dan berisiko merusak kesehatan mental anak. Para ahli menegaskan, kesejahteraan anak harus lebih diutamakan daripada sekadar mengejar keuntungan finansial dari eksploitasi teknologi tersebut.
