Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apple Rekrut Eks Petinggi Google untuk Pimpin Pemasaran AI Siri

Apple Rekrut Eks Petinggi Google untuk Pimpin Pemasaran AI Siri
Logo Apple (unsplash.com/Bangyu Wang)
Intinya Sih
  • Apple merekrut Lilian Rincon, eks petinggi Google, sebagai Wakil Presiden Pemasaran Produk AI untuk memperkuat strategi kecerdasan buatan dan peluncuran Siri versi terbaru.
  • Apple bekerja sama dengan Alphabet untuk mengintegrasikan teknologi AI Gemini ke dalam Siri baru, menghadirkan asisten yang lebih cerdas tanpa mengorbankan privasi pengguna.
  • Melalui fitur Extensions di iOS 27, Apple membuka ekosistem Siri agar pengguna dapat memilih asisten AI pihak ketiga seperti Claude atau Gemini sesuai preferensi mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Apple resmi memperkuat barisan tim kecerdasan buatan (AI) mereka pada Jumat (27/3/2026). Perusahaan raksasa ini mengonfirmasi telah merekrut Lilian Rincon, seorang ahli di industri teknologi, untuk memimpin divisi pemasaran produk AI mereka.

Langkah strategis ini diambil Apple di tengah persiapan besar-besaran untuk meluncurkan versi terbaru Siri yang telah dirombak total. Bergabungnya Rincon diharapkan mampu membawa ide-ide segar sekaligus memperkokoh posisi Apple dalam persaingan pasar AI global yang semakin ketat.

1. Eks petinggi Google resmi pimpin pemasaran AI di Apple

Logo Apple (apple.com)
Logo Apple (apple.com)

Lilian Rincon resmi menjabat sebagai Wakil Presiden Pemasaran Produk untuk AI di Apple. Langkah besar ini diambil Apple untuk mempercepat strategi AI generatif mereka bagi miliaran pengguna di seluruh dunia.

Sebelumnya, Rincon berkarier selama hampir sepuluh tahun di Google sebagai Wakil Presiden Produk untuk Google Shopping dan tokoh kunci di balik pengembangan Google Assistant. Di posisi barunya, ia akan melapor langsung kepada Kepala Pemasaran Apple, Greg “Joz” Joswiak.

Rincon kini memikul tanggung jawab besar mengelola platform Apple Intelligence agar terintegrasi dengan lancar ke dalam seluruh perangkat Apple. Pengalamannya di Google, Microsoft, dan Skype menjadi aset penting bagi Apple untuk menjembatani teknologi canggih dengan kebutuhan sehari-hari pengguna.

Terkait perpindahan kariernya, Rincon menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian selama satu dekade terakhir.

"Mulai dari membangun Google Assistant dari awal sampai merancang masa depan belanja berbasis AI, semua itu adalah pengalaman paling berharga dalam karier saya," kata Rincon, dilansir Times of India.

Ia menambahkan, meski berat meninggalkan rekan kerja lamanya, ia sangat antusias menyambut babak baru di Apple.

Para analis menilai perekrutan ini sebagai kemenangan besar Apple dalam memperebutkan talenta terbaik di Silicon Valley. Dengan rekam jejak yang kuat, Rincon diharapkan mampu menjelaskan pembaruan Siri yang kompleks kepada publik dengan bahasa yang lebih sederhana.

Kehadiran Rincon melengkapi jajaran petinggi AI Apple, menyusul bergabungnya Amar Subramanya dari Microsoft dan Google. Sinergi ini menunjukkan ambisi besar Apple untuk mengejar ketertinggalan dari kompetitor seperti OpenAI dan Microsoft melalui asisten AI yang lebih cerdas dan mudah diterima masyarakat.

2. Siri baru segera hadir dengan kekuatan AI Gemini milik Google

logo Google
logo Google (unsplash.com/Pawel Czerwinski)

Apple kini berada di tahap akhir pengerjaan versi Siri yang jauh lebih cerdas. Melalui kolaborasi jangka panjang dengan Alphabet (induk perusahaan Google), Apple mengintegrasikan teknologi model AI Gemini untuk membangun model fondasi masa depan yang didukung infrastruktur cloud canggih.

Langkah ini bertujuan mengubah Siri dari sekadar asisten suara biasa menjadi asisten cerdas layaknya chatbot yang lebih komunikatif dan memahami konteks secara mendalam.

Meskipun menggunakan teknologi eksternal, Apple menjamin standar privasi pengguna tetap ketat melalui sistem pemrosesan data langsung di perangkat dan cloud pribadi.

Laporan internal menunjukkan bahwa model khusus yang dikembangkan Google untuk Apple ini memiliki kemampuan setara dengan Gemini 3. Teknologi ini diprediksi akan menjadi sorotan utama dalam konferensi tahunan WWDC pada bulan Juni mendatang.

3. Pengguna iPhone bisa bebas pilih asisten AI favoritnya

ilustrasi iPhone
ilustrasi iPhone (freepik.com/freepik)

Apple berencana membuka ekosistem Siri agar asisten AI dari pihak ketiga dapat terintegrasi langsung melalui pembaruan sistem operasi iOS 27 mendatang. Melalui fitur baru bernama "Extensions", pengguna iPhone akan bebas memilih chatbot favorit mereka, seperti Claude dari Anthropic atau Gemini dari Google, untuk menjalankan tugas tertentu.

Strategi ini secara resmi mengakhiri kerja sama eksklusif Apple dengan OpenAI sebelumnya. Langkah ini menjadikan iPhone sebagai platform AI yang lebih terbuka dan fleksibel bagi penggunanya.

Selain meningkatkan pengalaman pengguna, langkah ini diprediksi menjadi sumber pendapatan baru bagi Apple melalui sistem bagi hasil langganan aplikasi AI di App Store. Apple juga dikabarkan tengah mengembangkan aplikasi Siri mandiri yang berfungsi sebagai pusat interaksi AI untuk mengelola riwayat percakapan dan unggahan berkas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More