New York, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menghadiri Open Debate (debat terbuka) di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), pada Selasa 26 Mei 2026, waktu setempat. Debat terbuka ini digelar di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik dan krisis kepercayaan terhadap tatanan global saat ini.
Tema dari Open Debate itu sendiri adalah "Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN-Centred International System". Sidang ini dipimpin oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi di mana China adalah Presiden DK PBB bulan ini.
“Kita menganggap bahwa releavansi dari PBB ini harus disesuaikan dengan keadaan dan zaman saat ini. Karena kita ketahui bersama, ketika (PBB) didirikan situasinya itu pasca Perang Dunia II. Dan 80 tahun kemudian, sudah banyak perubahan yang terjadi,” kata Sugiono, dalam konferensi pers di PBB, New York, AS, Selasa (26/5/2026).
“Semacam evaluasi dalam rangka memperkuat PBB dan mereformasi sistem multilateral,” lanjut dia.
Kehadiran Indonesia dalam forum DK PBB tersebut juga mencerminkan posisi diplomasi Indonesia yang selama ini menekankan pentingnya multilateralisme dan penghormatan terhadap hukum internasional.
