Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Houthi Tembak Jatuh Drone AS yang Masuk Wilayah Yaman
potret drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/Lt. Col. Leslie Pratt)
  • Milisi Houthi menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik AS di Kota Marib, Yaman, menyebabkan ledakan besar namun tanpa korban warga.
  • Juru Bicara Houthi mengonfirmasi penembakan menggunakan rudal buatan Iran, sementara AS memilih bungkam terkait insiden tersebut.
  • Ketegangan antara Houthi dan AS meningkat sejak 2025, dipicu serangan balasan dan dukungan Houthi terhadap Iran dalam konflik regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Milisi Houthi dilaporkan berhasil menembak jatuh drone Amerika Serikat bernama MQ-9 Reaper yang memasuki Kota Marib, Yaman. Kabar tersebut disampaikan oleh media Yaman pada Senin (18/5/2026) pagi waktu setempat. 

Usai Houthi menembak jatuh drone tersebut, terdengar ledakan yang cukup keras di Marib. Masyarakat pun kaget hingga banyak yang keluar rumah untuk mengecek dari mana sumber ledakan berasal. 

Berdasarkan foto yang beredar di internet, drone MQ-9 Reaper milik AS tadi langsung hancur di udara usai ditembak oleh Houthi. Serpihan drone tersebut juga banyak yang jatuh ke tanah. Beruntungnya, serpihan tersebut tidak jatuh menimpa warga sekitar. 

1. Juru Bicara Houthi membenarkan penembakan drone AS

Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, sedang berpidato di atas mimbar. (commons.wikimedia.org/Wasfi Akab)

Kabar penembakan drone MQ-9 Reaper milik AS tadi dibenarkan oleh Juru Bicara Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree. Dalam sebuah pesan video, Saree mengaku pihaknya menembak jatuh drone itu menggunakan rudal dari Iran. 

Iran sendiri sudah berkali-kali membantah telah memasok senjata ke Houthi. Iran juga membantah berada di balik serangan yang dilakukan Houthi terhadap drone AS.  

Pemerintah AS dikabarkan sudah mengetahui drone-nya telah ditembak jatuh oleh Houthi. Namun, saat dimintai keterangan oleh awak media, mereka menolak menjawab. 

2. Houthi juga pernah menembak jatuh drone MQ-9 Reaper AS pada 2025

potret drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/U.S. Air Force)

Pada April 2025, Houthi juga pernah menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik AS. Kala itu, AS dikabarkan menembakkan sejumlah drone jenis tersebut ke Kota Marib dan Ibu Kota Sanaa. Serangan ini dilakukan karena Houthi kerap menyerang kapal-kapal dagang AS yang berlayar di perairan Timur Tengah.

Penembakan drone AS oleh Houthi tadi membuat Presiden Donald Trump geram. Oleh karena itu, ia langsung meminta pasukan AS meningkatkan serangan untuk membalas Houthi.

“Pilihan bagi Houthi jelas: berhenti menembaki kapal-kapal AS dan kami akan berhenti menembaki kalian. Jika tidak, kita baru saja memulai dan penderitaan yang sebenarnya masih akan datang, baik bagi Houthi maupun para pendukung mereka di Iran,” ujar Trump pada April 2025 dilansir Times of Israel.

3. Hubungan Houthi dan AS sedang memanas

potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops)

Sebagai informasi, hubungan Houthi dan AS belakangan ini sedang memanas. Sebab, beberapa waktu lalu, Houthi mengatakan akan membantu Iran berperang melawan AS dan Israel. Ini merupakan bentuk solidaritas Houthi yang sudah sejak lama menjadi sekutu setia Iran.

Sebelum ini, hubungan Houthi dan AS juga sudah bermasalah. Pada era kepemimpinan Presiden Joe Biden, AS diketahui pernah menembakkan sejumlah drone ke wilayah Yaman untuk membasmi Houthi. 

Serangan terhadap Houthi meningkat pada era Trump. Sejak menjabat lagi sebagai Presiden AS pada Januari 2025, Trump kerap memerintah pasukan AS untuk menyerang Houthi. Trump ingin seluruh pasukan Houthi binasa karena ia menganggap milisi tersebut sebagai organisasi teroris yang kerap menebar ancaman.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team