Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Houthi Siap Bantu Iran Perangi Amerika Serikat dan Israel

Houthi Siap Bantu Iran Perangi Amerika Serikat dan Israel
potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops)
Intinya Sih
  • Houthi menyatakan siap membantu Iran melawan Amerika Serikat dan Israel sebagai bentuk solidaritas, meski saat ini belum terlibat langsung karena menilai kekuatan militer Iran sudah cukup kuat.
  • Iran telah mendapat dukungan militer dari Hizbullah sejak awal Maret 2026, dengan kelompok asal Lebanon itu melancarkan lebih dari 600 serangan terhadap Israel sebagai balasan atas serangan sebelumnya.
  • Israel membalas dengan menyerang Beirut, Lebanon, untuk menghantam markas Hizbullah, namun serangan tersebut juga menewaskan lebih dari seribu warga sipil dan merusak infrastruktur publik secara luas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kelompok milisi asal Yaman, Houthi atau yang biasa disebut Ansar Allah, menyatakan siap membantu Iran untuk berperang melawan Amerika Serikat dan Israel jika memang dibutuhkan. Menurut Houthi, langkah ini merupakan bentuk solidaritas karena sudah menjadi sekutu Iran sejak lama.

"Kami sepenuhnya siap secara militer dengan semua opsi. Adapun detail lain yang berkaitan dengan penentuan waktu yang tepat, itu diserahkan kepada pimpinan dan kami memantau serta mengikuti perkembangannya. Kami akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk bergerak," ujar salah satu petinggi Houthi yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Jerusalem Post, Jumat (27/3/2026).

1. Houthi belum ikut campur dalam perang Iran

Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
ilustrasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Saat ini, Houthi belum ikut campur dalam perang Iran melawan AS dan Israel. Sebab, mereka menilai kemampuan militer Iran untuk melawan kedua negara tersebut sudah sangat mumpuni sehingga tidak butuh bantuan lagi. 

Meski begitu, Houthi menyatakan siap untuk membantu Iran bila keadaan sangat mendesak. Terlebih, serangan dari AS dan Israel terhadap Iran kini juga kian intens.

“Sampai saat ini, Iran telah berkinerja baik dan mengalahkan musuh setiap hari. Pertempuran juga berjalan sesuai dengan keinginan mereka. Jika terjadi sesuatu yang bertentangan dengan ini, maka kita dapat menilainya," lanjut petinggi Houthi dalam pernyataannya. 

2. Iran sudah dibantu Hizbullah untuk melawan AS dan Israel

Pasukan milisi Hizbullah sedang berlatih.
potret pasukan milisi Hizbullah (tasnimnews.ir/Tasnim News Agency reporter via commons.wikimedia.org/Tasnim News Agency reporter)

Untuk berperang melawan AS dan Israel, Iran sebetulnya sudah dibantu oleh Hizbullah. Sebab, milisi asal Lebanon tersebut juga menjadi salah satu sekutu Iran sejak lama. Mereka kerap membantu secara militer jika Iran mendapat ancaman eksternal.

Hizbullah sendiri mulai membantu Iran sejak awal Maret 2026 lalu. Sejak saat itu, mereka mulai melancarkan serangan terhadap Israel. Itu dilakukan sebagai balasan karena Israel telah membantu AS untuk menyerang Iran pada 28 Februari lalu.

Hingga saat ini, Hizbullah masih menyerang Israel. Menurut keterangan pasukan militer Israel (IDF), Hizbullah sudah melancarkan lebih dari 600 serangan ke kota-kota di Israel sejak Kamis (26/3/2026). 

3. Israel menyerang Lebanon karena Hizbullah membantu Iran

Bendera Israel
Bendera Israel (pexels/Thắng-Nhật Trần)

Imbas serangan dari Hizbullah, Israel lantas melakukan serangan balasan ke Lebanon, tepatnya di Kota Beirut. Sebab, Hizbullah diketahui bermarkas di sana. Serangan ini bertujuan untuk membasmi Hizbullah karena sudah membantu Iran berperang melawan mereka dan AS. 

Sayangnya, meski murni ditujukan kepada Hizbullah, serangan yang dilancarkan Israel juga mengenai warga sipil dan infrastruktur publik yang ada di Lebanon. Imbasnya, banyak warga tewas dan infrastruktur di Lebanon rusak parah. 

Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan setidaknya 1.116 orang dan melukai 3.229 lainnya. Di sisi lain, jutaan warga Lebanon lainnya juga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari perang yang sedang berlangsung. Sebagian mengungsi di dalam negeri, sebagian lainnya ada juga yang mengungsi di negara-negara tetangga. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More