Bantu Iran, Houthi Yaman Luncurkan Serangan Rudal ke Israel

- Milisi Houthi asal Yaman meluncurkan rudal ke Kota Beersheba, Israel, pada Sabtu pagi sebagai serangan perdana mereka terhadap Israel dan bentuk dukungan untuk Iran.
- Houthi menegaskan kesiapan penuh membantu Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, meski sebelumnya memilih tidak terlibat langsung karena menilai kekuatan militer Iran sudah cukup.
- Iran telah lebih dulu mendapat bantuan dari Hizbullah asal Lebanon yang sejak awal Maret 2026 melancarkan ratusan serangan ke wilayah Israel sebagai respons atas dukungan Israel kepada AS.
Jakarta, IDN Times - Milisi asal Yaman, Houthi atau yang biasa disebut Ansar Allah, meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel pada Sabtu (28/3/2026) pagi waktu setempat. Serangan tersebut dilakukan di Kota Beersheba. Sirine lantas berbunyi usai serangan terjadi.
Ini merupakan serangan perdana Houthi terhadap Israel. Serangan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas Houthi untuk membantu Iran yang sedang berperang melawan Amerika Serikat dan Israel. Sebab, Houthi sudah menjadi sekutu Iran sejak lama.
Dalam pernyataannya, pasukan militer Israel (IDF) mengatakan, sistem pertahanan udara mereka langsung diaktifkan ketika serangan terjadi. Namun, mereka tidak menjelaskan info soal korban jiwa atau kerusakan yang timbul imbas serangan ini.
1. Houthi sudah menyatakan siap membantu Iran melawan AS dan Israel

Sebelum serangan ini terjadi, Houthi menegaskan mereka siap membantu Iran untuk berperang melawan AS dan Israel. Jika diminta Iran, Houthi tidak akan segan-segan untuk melancarkan serangan kepada kedua negara tersebut.
"Kami sepenuhnya siap secara militer dengan semua opsi. Adapun detail lain yang berkaitan dengan penentuan waktu yang tepat, itu diserahkan kepada pimpinan dan kami memantau serta mengikuti perkembangannya. Kami akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk bergerak," ujar petinggi Houthi yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Jerusalem Post, Jumat (27/3/2026).
2. Houthi sebelumnya tidak ikut campur dalam perang Iran

Sebelum ini, Houthi tidak ikut campur dalam perang Iran melawan AS dan Israel. Sebab, mereka menilai kemampuan militer Iran untuk melawan kedua negara tersebut sudah sangat mumpuni sehingga tidak butuh bantuan lagi.
Meski begitu, Houthi menyatakan siap untuk membantu Iran bila keadaan sangat mendesak. Terlebih, serangan dari AS dan Israel terhadap Iran kini juga kian intens.
“Sampai saat ini, Iran telah berkinerja baik dan mengalahkan musuh setiap hari. Pertempuran juga berjalan sesuai dengan keinginan mereka. Jika terjadi sesuatu yang bertentangan dengan ini, maka kita dapat menilainya," lanjut petinggi Houthi dalam pernyataannya.
3. Iran sudah dibantu Hizbullah untuk berperang melawan AS dan Israel

Untuk berperang melawan AS dan Israel, Iran sebetulnya sudah dibantu oleh Hizbullah. Sebab, milisi asal Lebanon tersebut juga telah menjadi salah satu sekutu Iran sejak lama. Mereka kerap membantu secara militer jika Iran mendapat ancaman eksternal.
Hizbullah sendiri mulai membantu Iran sejak awal Maret 2026 lalu. Sejak saat itu, mereka mulai melancarkan serangan terhadap Israel. Itu dilakukan sebagai balasan karena Israel telah membantu AS untuk menyerang Iran pada 28 Februari.
Hingga saat ini, Hizbullah masih menyerang Israel. Menurut keterangan pasukan militer Israel (IDF), Hizbullah sudah melancarkan lebih dari 600 serangan ke kota-kota yang ada di Israel sejak Kamis (26/3/2026).


















