Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Hungaria, Viktor Orban meningkatkan siaga ancaman teror menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Menurutnya, ancaman teroris datang dari banyaknya kelompok imigran di Eropa.
“Kami harus melihat adanya sebuah risiko kenaikan aksi teroris di Eropa, terutama di negara-negara dengan populasi imigran besar. Hungaria sejauh ini masih berada di posisi yang lebih baik, tapi kami tetap harus waspada tingkat satu,” terangnya, dikutip dari Euronews, Selasa (3/3/2026).
Orban selama ini dikenal sebagai pemimpin sayap kanan anti-migran. Ia juga mendorong peningkatan angka kelahiran di Hungaria untuk mengatasi penurunan penduduk tanpa mengandalkan imigran.
