Hari ke-4 Perang Iran Vs AS-Israel: Korban Tewas Capai 1.045 Jiwa

- Perang antara Iran dan koalisi AS-Israel memasuki hari kelima dengan korban tewas mencapai 1.045 jiwa, sementara serangan udara terus mengguncang Teheran, Qom, dan kota-kota besar lainnya.
- Badan Energi Atom Internasional melaporkan kerusakan di sekitar fasilitas nuklir Isfahan tanpa kebocoran radiasi, sementara Rusia memperingatkan ancaman terhadap pembangkit listrik Bushehr akibat serangan udara.
- Kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, menewaskan puluhan awak, sementara parlemen Demokrat mengecam alasan Presiden Trump memulai konflik tersebut.
Jakarta, IDN Times - Berbagai lokasi di Iran dibombardir oleh Amerika Serikat dan Israel, namun Teheran melakukan serangan balasan, seiring perang Amerika Serikat-Israel versus Iran memasuki hari kelima. Sementara itu, jumlah korban tewas terus meningkat dan belum ada tanda-tanda berakhirnya konflik.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim mengatakan, jumlah korban tewas akibat serangan AS-Israel kini mencapai 1.045 orang.
Mereka melaporkan, ledakan terdengar di berbagai bagian ibu kota Iran pada Rabu (4/3/2026), dan televisi pemerintah Iran menayangkan puing-puing sebuah bangunan di pusat Teheran. Kota suci Qom dan beberapa kota lainnya juga menjadi sasaran.
Sementara itu, Al Jazeera melaporkan telah terjadi apa yang disebut Israel sebagai ‘gelombang serangan ke-10 terhadap Iran’.
"Teheran berada di pusat serangan itu, tetapi juga Karaj dan Isfahan, baik di timur maupun barat ibu kota," lapor Al Jazeera. Mereka menambahkan, lima orang tewas. Ada juga laporan tentang sekolah-sekolah yang terkena serangan ini.
Berikut rangkuman hari ke-4 perang Iran melawan AS-Israel yang terus melebar di Timur Tengah.
1. Kerusakan di lokasi nuklir Iran

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan, kerusakan terlihat di dua bangunan dekat lokasi nuklir Isfahan, tetapi tidak ada kerusakan pada fasilitas yang berisi material nuklir dan tidak ada risiko pelepasan radiologis saat ini.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga memperingatkan pada hari Rabu bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr Iran terancam oleh serangan udara AS-Israel, dan ledakan dapat terdengar hanya beberapa kilometer dari perimeternya.
2. Sirene terus berbunyi di Israel

Di Israel, sirene serangan udara berbunyi di seluruh negeri, dengan orang-orang bergegas ke tempat perlindungan, karena rudal Iran yang datang memicu ledakan keras dari upaya pencegatan.
Sebelumnya pada hari itu, Israel mengeluarkan peringatan, menginstruksikan penduduk untuk menuju ke tempat perlindungan karena rudal telah diluncurkan dari Iran dan sistem pertahanan sedang berupaya untuk "mencegat ancaman".
Perintah untuk mencari perlindungan mencakup Yerusalem, Tel Aviv, dan daerah lain di seluruh negeri. Layanan medis darurat Israel, Magen David Adom, mengatakan belum menerima laporan korban jiwa.
“Dari tempat kami berada sekarang di Ramallah, kami mendengar ledakan yang sangat keras, dan itu mungkin karena pencegatan,” lapor reporter Al Jazeera.
Ia mengatakan, tampaknya itu adalah serangan yang luas, yang mempersulit upaya pertahanan udara Israel.
“Menurut media Israel, ada pecahan peluru dari pencegatan yang jatuh di daerah Beit Shemesh, kota di dekat Yerusalem barat, tempat pecahan peluru atau rudal, jatuh dua hari lalu dan menewaskan sembilan warga Israel,” tambahnya.
Militer Israel juga melaporkan peluncuran rudal dari Iran beberapa jam sebelumnya. Teheran terus melakukan serangan rudal dan drone balasan terhadap Israel dan di seluruh Teluk, sementara Presiden AS Donald Trump mengklaim konflik tersebut dapat berlangsung selama sebulan.
3. Iran terus diserang

Ledakan terdengar di Teheran pada hari Rabu ketika militer Israel mengatakan telah melakukan serangkaian serangan di seluruh ibu kota Iran yang menargetkan pasukannya.
Dikatakan bahwa serangan itu mengenai gedung-gedung yang terkait dengan Basij, pasukan sukarelawan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Militer Israel juga mengatakan telah mengenai gedung-gedung yang terkait dengan komando keamanan internal Iran, yang juga telah menekan demonstrasi di masa lalu.
4. AS tenggelamkan kapal perang Iran

Sebuah kapal selam Amerika Serikat menenggelamkan kapal perang Iran dengan torpedo di perairan internasional di lepas pantai Sri Lanka. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melaporkan hal tersebut.
Dalam pengarahan Pentagon, Hegseth mengatakan, serangan terhadap kapal perang Iran itu adalah serangan pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II.
Pemerintah Sri Lanka mengatakan, telah menemukan beberapa jenazah dan menyelamatkan 32 pelaut yang terluka setelah sebuah kapal militer Iran tenggelam tepat di luar perairan teritorial pulau tersebut. Wakil menteri luar negeri negara itu mengatakan kepada televisi lokal bahwa setidaknya 80 orang tewas dalam serangan itu.
Pihak berwenang mengatakan, fregat IRIS Dena, yang terletak sekitar 75 kilometer dari Galle di selatan Sri Lanka, mengirimkan panggilan darurat antara pukul 6 pagi dan 7 pagi waktu setempat pada hari Rabu.
“Kapal tersebut membawa sekitar 180 awak, dan operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung,” kata para pejabat Sri Lanka.
Fregat Iran itu sedang kembali setelah berpartisipasi dalam Tinjauan Armada Internasional 2026 bulan lalu di kota pesisir Vishakapatnam, India timur.
5. Alasan AS serang Iran dikecam parlemen

Para anggota parlemen Demokrat mengecam pembenaran Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran. Trump mengatakan, AS mungkin akan menuju serangan darat dan keterlibatan tanpa batas waktu yang terlihat.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio memberikan pembenaran berbelit-belit atas perang AS melawan Iran: Israel berencana menyerang Iran, yang akan mendorong Teheran untuk menyerang aset AS di kawasan tersebut, sehingga Washington harus melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran.
Meskipun pemerintahan Trump berupaya untuk membatalkan klaim yang dibuat oleh beberapa pejabat dalam beberapa hari terakhir, klaim tersebut terus memicu kekecewaan di seluruh spektrum politik.
Pernyataan Rubio sangat penting, mengingat penilaian banyak analis Iran bahwa perang AS-Israel, yang telah menyebabkan pembalasan regional dari Iran, bukan melayani kepentingan Washington, tetapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Ketika ditanya tentang pernyataan Rubio, Trump tampaknya memberikan karakterisasi yang berbeda. Ia mengatakan, AS melancarkan perang karena ia berpikir kita akan menghadapi situasi di mana kita akan diserang.
"Mereka (Iran)sedang bersiap untuk menyerang Israel. Mereka akan menyerang negara lain," katanya.

















