JK Sebut Prabowo Tak Bahas soal Iran saat Undang Mantan Presiden ke Istana

- Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa dalam pertemuan di Istana, Presiden Prabowo tidak membahas secara khusus situasi Iran yang tengah diserang Amerika Serikat dan Israel.
- Mantan Menlu Alwi Shihab menyarankan agar Indonesia menunjukkan perhatian dan simpati terhadap Iran sebagai negara yang diserang, tanpa menimbulkan kritik terhadap pemerintah.
- Prabowo lebih banyak membahas kunjungan kenegaraan serta inisiatif Board of Peace, sementara sikap Indonesia terkait Iran dibatasi oleh perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat.
Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menjelaskan isi pembicaraan Presiden RI, Prabowo Subianto dengan mantan presiden, mantan wapres, mantan Menteri Luar Negeri hingga sejumlah ketua umum partai politik (parpol) di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (3/3/2026) malam. JK sendiri jadi salah satu tokoh yang diundang dalam forum tersebut.
JK menyebut, Prabowo tidak membahas secara rinci mengenai kondisi Iran yang mendapat serangan dari Amerika Serikat (AS) dan Israel. Terlebih, Prabowo juga tidak bertanya kepada tokoh-tokoh yang hadir.
"Karena Presiden tidak memberikan (pertanyaan), kita posisi Indonesia bagaimana," ujar JK dalam acara Ngobrol Seru by IDN Times di rumah pribadi JK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).
1. Eks Menteri Luar Negeri bahas soal beri perhatian dan simpati keberpihakan

Namun dalam forum tersebut, mantan Menteri Luar Negeri, Alwi Shihab membahas mengenai kondisi Iran terkini. Dia mengusulkan agar pemerintah memberikan perhatian dan simpatisan keberpihakan.
"Ada, ada juga (menyinggung situasi Iran terkini). Pak Alwi meminta agar kita memberikan perhatian dan simpati keberpihakan. Saya juga berpendirian begitu. Bahwa kita harus berpihak kepada orang, negara yang diserang. Ya, apa pun alasannya, Iran itu diserang dan dia tidak punya masalah dengan Amerika sebenarnya," kata JK.
2. Tidak ada kritikan, hanya usul saja

Dalam kesempatan itu, tokoh yang hadir juga disebut tidak ada yang memberikan kritikan kepada Prabowo. Mereka hanya memberikan usul dan masukan.
"Ya, hampir tidak ada kritikan, ya, usul aja. Ya, usul-usul, penjelasan," tutur JK.
3. Prabowo bahas kunjungan kenegaraan hingga BoP

JK lantas menjabarkan, Prabowo pada forum itu memberikan berbagai pandangan dan informasi apa yang terjadi sebelum perang AS dan Israel melawan Iran pecah. Di antaranya seperti kunjungan kenegaraan yang dilakukan ke negara-negara di Eropa dan AS.
"Ya, tentu beliau memberikan kita pandangan-pandangan juga semacam informasi suasana sebelum dan sesudah Iran juga sebelumnya kunjungannya ke Amerika, ke Eropa, itu antara lain disampaikan. Dan juga sikap pendirian Indonesia tentang situasi ini," kata dia.
Prabowo pun membahas soal Board of Peace (BoP) yang dianggap jadi solusi untuk menghentikan konflik di Palestina.
Saat ditanya apakah Prabowo turut menyinggung mengenai pergeseran sikap keanggotaan di BoP, JK menjelaskan, Indonesia sudah terlanjur terikat perjanjian dengan AS. Hal itu tertuang dalam perjanjian perdagangan resiprokal antara AS dan Indonesia. Oleh sebab itu tak heran apabila Prabowo tidak memberikan komentar tentang Iran karena bertentangan dengan kebijakan AS.
"Ya, ini karena Indonesia, Presiden sudah terikat dengan perjanjian dengan Amerika. Yang banyak pihak termasuk saya itu (menilai) terlalu memihak, memberikan hak ke Amerika terlalu banyak dibanding kita. Sehingga itu mengikat dan beliau tidak banyak memberikan komentar tentang Iran justru. Karena dalam perjanjian itu Indonesia harus ikut kebijakan Amerika. Ya, tidak bisa bertentangan ke Amerika," ucap JK.

















