Menhan AS Klaim Tenggelamkan Kapal Selam Iran di Samudra Hindia

- Menhan AS Pete Hegseth mengklaim Amerika Serikat berada di balik tenggelamnya kapal selam Iran di Samudra Hindia, yang menewaskan lebih dari 100 orang di luar perairan Sri Lanka.
- Hegseth menyebut serangan ini sebagai awal dari gelombang operasi militer terhadap Iran, dengan janji penggunaan bom gravitasi presisi dalam jumlah tak terbatas.
- Ia menuding Iran bernegosiasi dengan itikad buruk dan memuji Israel sebagai mitra kuat meski negara itu tengah dituduh melakukan genosida di Gaza.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, mereka berada di balik tenggelamnya kapal selam Iran di Samudra Hindia. Sebuah fregat Iran tenggelam di luar perairan teritorial Sri Lanka, menyebabkan lebih dari 100 orang hilang. Menurutnya, Amerika Serikat dan Israel baru saja memulai serangan mereka terhadap Iran.
“Gelombang serangan lainnya akan segera menyusul,” kata Hegseth, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (4/3/2026). Ia menambahkan, AS akan menggunakan persediaan bom gravitasi presisi yang tidak terbatas.
Meskipun AS menyerang Iran saat negosiasi sedang berlangsung, Hegseth menuduh Iran telah bernegosiasi dengan itikad buruk sambil merencanakan dan mempersiapkan serangan.
"Kami bertindak tegas," kata Hegseth.
Ia juga memuji Israel, yang dituduh melakukan genosida di Gaza, sebagai ‘mitra yang teguh dengan keterampilan yang tak tertandingi’.
"Bertempur di samping kekuatan yang begitu mumpuni adalah pengganda kekuatan sejati dan angin segar," katanya.

















