Jakarta, IDN Times - Indonesia turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Sydney Festival 2026, melalui pertunjukan tari kontemporer Sisa-Sisa karya dua seniman berdarah Indonesia, Murtala dan Alfira O’Sullivan.
Partisipasi tersebut bertepatan dengan 50 tahun penyelenggaraan Sydney Festival sebagai salah satu festival seni paling bergengsi di Australia. Sisa-Sisa menampilkan dua karya solo yang berangkat dari pengalaman personal dan ingatan kolektif.
Karya Gelumbang Raya mengulas pengalaman Murtala saat menjadi relawan pascatsunami Aceh 2004. Pengalaman tersebut diterjemahkan ke dalam koreografi yang merekam duka dan trauma pascabencana.
Sementara, Jejak & Bisik karya Alfira O’Sullivan mengangkat isu tubuh perempuan, termasuk fertilitas, perimenopause, keibuan, dan penuaan, sebagai bagian dari siklus kehidupan dan identitas. Pertunjukan didukung musik orisinal karya Gondrong Gunarto, yang mengiringi keseluruhan pementasan.
