Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Infrastruktur Vital Diserang, Arab Saudi Janjikan Respons Setimpal
ilustrasi bandara mengalami kebakaran (pexels.com/Pixabay)
  • Serangan beruntun pada 8–11 Oktober 2026 menyasar bandara Riyadh dan Dammam serta fasilitas minyak-gas Saudi, menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai 309 lainnya.
  • Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan sebagai balasan 124 serangan udara Saudi, sementara koalisi Saudi menyebutnya kejahatan perang dan melaporkan pencegatan rudal serta drone.
  • Menteri Energi Abdulaziz bin Salman menyatakan ketahanan Saudi sedang diuji, menjanjikan perlindungan bagi tamu asing, dan menekankan keamanan energi global di tengah konflik yang juga berdampak ke Sanaa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Arab Saudi mengancam akan memberikan respons tegas menyusul serangkaian serangan yang menyasar infrastruktur energi dan bandara di wilayahnya. Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada Senin (12/10/2026), menyebut ketahanan nasional dan infrastruktur negaranya tengah menghadapi ujian akibat meningkatnya konflik Yaman. Insiden tersebut turut memperuncing ketegangan antara koalisi pimpinan Saudi dan milisi Houthi.

Serangan pertama terjadi pada Kamis (8/10/2026), ketika dua insiden menghantam kawasan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga merusak pesawat yang sedang berada di darat. Peristiwa itu menewaskan tiga warga setempat, termasuk seorang pilot Saudia, sebelum serangan berikutnya mengenai Terminal 3 pada Sabtu (10/10/2026). Otoritas Umum Penerbangan Sipil mencatat serangan di terminal tersebut menewaskan 13 orang dan melukai 309 lainnya.

1. Bandara Riyadh dan Dammam mengalami serangan beruntun

ilustrasi perang (pexels.com/Mohammed Ibrahim)

Serangan kembali terjadi pada Minggu (11/10/2026) ketika sebuah proyektil merusak Terminal 4 Bandara Internasional King Khalid dan menewaskan seorang warga Pakistan. BBC melaporkan, Bandara Internasional King Fahd di Dammam juga menjadi sasaran pada malam yang sama, tetapi insiden tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Di tengah rangkaian serangan itu, koalisi berhasil mencegat rudal balistik yang mengarah ke Khamis Mushait serta pesawat tanpa awak di Provinsi Timur.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, mengakui kelompoknya berada di balik serangan terhadap Riyadh, Dammam, serta dua fasilitas minyak dan gas. Ia menyebut operasi tersebut sebagai balasan atas 124 serangan udara Saudi dan meminta maskapai menghindari seluruh bandara di kawasan itu, kecuali penerbangan untuk keperluan ibadah ke Mekkah dan Madinah. Sementara itu, koalisi menyebut aksi Houthi sebagai kejahatan perang dan berupaya menekan pasukan kelompok tersebut di sekitar Selat Bab al-Mandab, meskipun Houthi membantah klaim pergerakan itu.

2. Menteri Energi Arab Saudi Menyebut Ketahanan Nasional Diuji

ilustrasi bendera Arab Saudi (pexels.com/Engin Akyurt)

Pangeran Abdulaziz bin Salman menyampaikan pernyataan pemerintah dalam Kongres Energi Dewan Perminyakan Dunia atau World Petroleum Congress (WPC) di Riyadh. Lokasi acara tersebut berjarak sekitar 10 kilometer dari titik ledakan. Salman mengapresiasi keberanian para peserta yang tetap menghadiri forum internasional itu dan menekankan pentingnya penanganan serius terhadap keamanan energi global.

Dalam pidatonya, Salman menjelaskan bahwa negaranya siap menghadapi tantangan keamanan yang sedang berlangsung. Ia juga menyoroti pentingnya membangun ketahanan sebelum krisis terjadi.

“Untuk Arab Saudi, keadaan ini telah menguji infrastruktur kami, institusi kami, rakyat kami, dan ketahanan kami. Mereka juga telah menguji keputusan yang dibuat jauh sebelum krisis saat ini, karena ketahanan dibangun sebelum krisis dimulai,” katanya, dikutip The Hindu.

Salman meminta masyarakat agar tak panik dan menyatakan pemerintah menjamin perlindungan penuh bagi seluruh tamu asing. Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan masyarakat setempat dalam menghadapi krisis tersebut.

3. Warga melaporkan ledakan di Riyadh dan Sanaa

ilustrasi ledakan (pexels.com/Edu Raw)

Analis keamanan dari Universitas Ottawa, Thomas Juneau, menilai sistem pertahanan udara Arab Saudi telah berhasil mengantisipasi sebagian besar ancaman. Meski demikian, luasnya wilayah yang harus dilindungi menjadi kendala untuk menjamin keamanan secara menyeluruh. Seorang jurnalis Agence France-Presse (AFP) turut mengonfirmasi adanya suara ledakan keras di Riyadh, sementara seorang warga Al-Aarid melaporkan rumahnya berguncang akibat dentuman tersebut.

Dampak konflik juga menjangkau Yaman. Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi melaporkan melalui platform X bahwa serangan di Sanaa menewaskan seorang anak. Insiden tersebut memicu reaksi dari sejumlah tokoh internasional, termasuk Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres yang mengaku sangat terkejut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tengah mempertimbangkan keterlibatan, serta pemerintah Iran yang menyampaikan keprihatinan mendalam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article