Jakarta, IDN Times – Pemerintah Arab Saudi mengancam akan memberikan respons tegas menyusul serangkaian serangan yang menyasar infrastruktur energi dan bandara di wilayahnya. Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada Senin (12/10/2026), menyebut ketahanan nasional dan infrastruktur negaranya tengah menghadapi ujian akibat meningkatnya konflik Yaman. Insiden tersebut turut memperuncing ketegangan antara koalisi pimpinan Saudi dan milisi Houthi.
Serangan pertama terjadi pada Kamis (8/10/2026), ketika dua insiden menghantam kawasan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga merusak pesawat yang sedang berada di darat. Peristiwa itu menewaskan tiga warga setempat, termasuk seorang pilot Saudia, sebelum serangan berikutnya mengenai Terminal 3 pada Sabtu (10/10/2026). Otoritas Umum Penerbangan Sipil mencatat serangan di terminal tersebut menewaskan 13 orang dan melukai 309 lainnya.
