Jakarta, IDN Times - Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan bahwa lebih dari 4.400 anak meninggal dunia di berbagai jalur migrasi di seluruh dunia antara 2014 hingga 2025. Data tersebut dihimpun melalui Missing Migrants Project dengan dukungan International Data Alliance for Children on the Move (IDAC), sebagaimana dilaporkan pada Rabu (14/10/2026).
Badan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut memperingatkan bahwa angka riil kematian anak kemungkinan jauh lebih tinggi. Peringatan ini muncul menyusul temuan bahwa lebih dari separuh kasus kematian dan penghilangan orang yang tercatat di jalur migrasi tidak memuat informasi mengenai usia korban.
