Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Irak, Ali al-Zaidi merayakan penarikan tentara Amerika Serikat (AS) dari negaranya. Menurutnya, penarikan tentara ini menunjukkan awal baru bagi negaranya untuk lebih berdaulat.
“Sebuah fase baru sudah dimulai yang ditandai dengan kedaulatan Irak sepenuhnya, memperkuat institusi dan kesiapan tentara, persatuan keputusan, dan keseimbangan kerja sama dengan rekan-rekan,” tuturnya, dikutip dari Middle East Eye, Jumat (2/10/2026).
Irak pertama kali diduduki oleh AS pada 2003 usai penggulingan eks Presiden Irak, Saddam Hussein. Sebenarnya, militer AS sudah ditarik pada 2011, tapi kembali lagi atas permintaan pemerintah Irak pada 2014 imbas ancaman ISIS.
