Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Iran Luncurkan Serangan Baru ke UEA, Hantam Fasilitas Minyak
potret drone Iran (commons.wikimedia.org/Mostafa Tehrani)
  • Iran meluncurkan 15 rudal dan 4 drone ke UEA, menghantam fasilitas minyak di Fujairah dan melukai tiga pekerja asal India.
  • Pemerintah UEA mengecam keras serangan Iran yang dianggap melanggar gencatan senjata dengan AS, sementara Kanada turut mendesak Iran menghentikan aksi militernya.
  • Serangan ini terjadi di tengah ketegangan kawasan, saat AS juga menyerang kapal Iran di Selat Hormuz dan PBB sebelumnya mengecam eskalasi konflik di Teluk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Iran dilaporkan telah meluncurkan serangan baru ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin (4/5/2026). Ini merupakan serangan perdana Iran usai menyepakati gencatan senjata dengan Amerika Serikat pada 8 April lalu. 

Menurut Kementerian Pertahanan UEA, Iran meluncurkan serangan ke wilayahnya menggunakan 15 rudal dan 4 drone. Mereka menambahkan bahwa rudal dan misil tersebut menghantam fasilitas minyak UEA yang ada di Fujairah. 

Akibatnya, sebanyak tiga warga India yang bekerja di fasilitas minyak tersebut dilaporkan mengalami luka-luka. Beruntungnya, mereka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. 

1. UEA mengecam serangan terbaru dari Iran

potret bendera Uni Emirat Arab (pexels.com/Suji Su)

Usai serangan terjadi, UEA merilis peringatan yang memerintahkan semua warganya untuk segera berlindung dan mencari tempat aman. Langkah ini bertujuan untuk menghindari bahaya serangan lanjutan dari Iran. 

Dalam pernyataannya, Pemerintah UEA dengan tegas mengecam serangan terbaru yang dilakukan Iran. Mereka menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan AS. 

Dalam kesempatan lain, serangan terbaru Iran ke UEA juga dikecam oleh Kanada. Dilansir CBS, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mendesak Iran untuk menghentikan serangan ke negara-negara Timur Tengah, khususnya yang berada di wilayah Teluk, seperti UEA. Ini diperlukan agar konflik di Timur Tengah tidak makin panas.

2. AS juga menyerang kapal Iran di Selat Hormuz

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Serangan Iran ke UEA ini terjadi di saat AS juga melakukan serangan ke kapal penumpang yang berisi warga Iran. Saat serangan terjadi, kapal tersebut dilaporkan sedang berlayar di Selat Hormuz. Menurut keterangan pejabat Iran pada Selasa (5/5/2026), serangan tersebut menewaskan lima warga mereka. 

Menurut Iran, serangan ini merupakan upaya AS untuk memuluskan operasi Project Freedom. Operasi tersebut bertujuan untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz agar bisa berlayar di sana dengan bebas. Operasi ini juga bertujuan untuk mengamankan Selat Hormuz dari ancaman Iran

“Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,” kata Trump dilansir Al Jazeera.

3. UEA merupakan salah satu negara Teluk yang menjadi target serangan Iran

potret negara-negara Teluk (pexels.com/Lara Jameson)

Sebagai informasi, UEA merupakan salah satu negara Teluk yang menjadi target serangan Iran sejak Maret lalu. Selain UEA, Iran juga kerap meluncurkan serangan ke negara-negara Teluk lainnya, seperti Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain. 

Iran menyerang negara-negara Teluk di tengah perang dengan AS tentu bukan tanpa sebab. Awalnya, Iran menyerang negara-negara Teluk untuk membasmi pangkalan militer AS yang ada di sana. Sebab, AS juga menggunakan pangkalan militer di negara-negara Teluk untuk menyerang Iran. 

Namun, seiring berjalannya waktu, serangan Iran tidak hanya mengenai markas militer AS saja, tetapi juga mengenai sejumlah fasilitas vital yang ada di negara Teluk. Beberapa di antaranya seperti bandara dan fasilitas minyak. Oleh karena itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Maret lalu mengecam serangan Iran yang dilakukan terhadap negara-negara Teluk. PBB menyebut serangan itu akan memperburuk situasi di Timur Tengah. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team