Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

2 Kapal Tanker Iran Lolos Pengawasan AS dan Masuk RI Bawa Jutaan Barel Minyak

2 Kapal Tanker Iran Lolos Pengawasan AS dan Masuk RI Bawa Jutaan Barel Minyak
ilustrasi kapal tanker minyak (unsplash.com/Scott Tobin)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Dua kapal tanker raksasa Iran, HUGE dan DERYA, berhasil lolos dari pengawasan Angkatan Laut AS dan kini memasuki perairan Indonesia membawa jutaan barel minyak mentah.
  • Kapal HUGE membawa sekitar 1,9 juta barel minyak setelah singgah di Sri Lanka dan sempat mematikan sinyal identifikasi otomatis saat melintasi Selat Malaka menuju Kepulauan Riau.
  • Kapal DERYA mengangkut 1,88 juta barel minyak, sebelumnya gagal mengirim ke India, lalu melanjutkan perjalanan ke selatan hingga terdeteksi menuju titik pertemuan di Kepulauan Riau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Dua kapal tanker minyak mentah super besar (VLCC) milik Iran dilaporkan berhasil lolos dari blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan kini memasuki perairan Indonesia. Kedua kapal tersebut terpantau bergerak menuju wilayah Kepulauan Riau, Indonesia.

Perusahaan pemantau pengiriman minyak TankersTrackers.com, Senin (4/5/2026) mengungkapkan, dua kapal yang dimaksud adalah HUGE (IMO: 9357183) dan DERYA (9569700). Keduanya disebut berhasil menghindari pengawasan pasukan AS di Timur Tengah sambil membawa jutaan barel minyak mentah.

Berdasarkan pemantauan, kapal HUGE telah memasuki wilayah Indonesia pada Minggu (3/5/2026) setelah sebelumnya berada di Sri Lanka selama lebih dari sepekan. Kapal milik National Iranian Tanker Company (NITC) tersebut membawa sekitar 1,9 juta barel minyak mentah. Saat meninggalkan Selat Malaka, kapal ini dilaporkan tidak memancarkan sinyal sistem identifikasi otomatis (AIS).

Sementara itu, kapal DERYA pada Senin (4/5/2026) terdeteksi melintasi Selat Lombok dan bergerak menuju Kepulauan Riau. Kapal tersebut mengangkut sekitar 1,88 juta barel minyak mentah.

“Pada pertengahan April, kapal ini mencoba mengirimkan 1,88 juta barel minyak ke India selama masa keringanan sanksi, namun gagal. Kami kemudian melihatnya melanjutkan perjalanan ke selatan setelah itu, pada saat kapal-kapal sejenisnya di area tersebut dialihkan kembali ke Iran oleh Angkatan Laut AS. Saat ini kapal sedang menuju titik pertemuan di Kepulauan Riau,” kata pernyataan TankersTrackers.com, dikutip dari Middle East Monitor.

Perusahaan tersebut juga mencatat, sekitar 25 kapal tanker telah meninggalkan Iran sepanjang April. Dari jumlah itu, tujuh kapal diminta untuk putar balik oleh pasukan AS, sementara dua lainnya disita.

Sisanya dilaporkan berhasil mencapai tujuan masing-masing atau menuju titik pertemuan yang telah ditentukan.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Related Articles

See More