Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Iran: Perang Bakal Meluas ke Luar Timur Tengah jika AS Menyerang
potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)
  • Iran memperingatkan perang bisa meluas ke luar Timur Tengah jika Amerika Serikat menyerang, dan mengancam akan membalas di lokasi tak terduga.
  • Presiden AS Donald Trump sempat berencana menyerang Iran, namun membatalkannya setelah menerima proposal perdamaian baru dari Teheran.
  • Iran mengirim proposal perdamaian melalui Pakistan dengan syarat ganti rugi serangan, pencabutan sanksi ekonomi, dan penghentian serangan Israel ke Lebanon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Iran menyebut perang bakal meluas ke luar Timur Tengah jika Amerika Serikat kembali menyerang wilayahnya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Rabu (20/5/2026).

Oleh karena itu, IRGC mengingatkan AS untuk tidak menyerang wilayah Iran. Jika nekat melakukan serangan, Iran mengancam akan melakukan serangan balasan ke AS “di tempat yang tidak pernah mereka duga sebelumnya”. 

1. AS sempat berencana menyerang Iran

potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Linda Rusinko)

Sebelumnya, AS sempat berencana untuk melakukan serangan terbaru ke Iran pada Selasa (19/5/2026). Dalam pernyataannya, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan serangan itu akan dilakukan jika Iran tidak kunjung menyetujui perdamaian dengan Negeri Paman Sam. 

Dalam pernyataannya, Trump juga mengklaim bahwa AS sudah menang telak atas Iran. Sebab, semua serangan AS yang dilakukan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu sudah melenyapkan semua senjata yang mereka miliki. Oleh karena itu, menurut Trump, Iran kini sudah benar-benar kehabisan tenaga untuk berperang melawan AS. 

2. AS tidak jadi menyerang Iran

ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Namun, Trump akhirnya berubah pikiran dan mengurungkan niatnya untuk menyerang Iran. Sebab, Trump merasa yakin Iran mau menghentikan program senjata nuklirnya agar bisa berdamai dengan AS. Selain itu keputusan ini diambil karena Iran juga sudah memberikan proposal perdamaian terbaru ke AS. Menurut Trump, proposal tersebut menjadi momen yang bagus bagi AS dan Iran untuk menyepakati perdamaian.   

"Sepertinya, ada peluang yang sangat bagus bahwa mereka (Iran) dapat mencapai kesepakatan. Jika kita dapat melakukan itu tanpa membombardir mereka habis-habisan, saya akan sangat senang," ungkap Trump kepada awak media pada Senin (18/5/2026), seperti dilansir Reuters.

3. Iran mengirim proposal baru ke AS lewat Pakistan

potret bendera Pakistan (unsplash.com/Ali Khokhar)

Sama seperti sebelum-sebelumnya, Iran mengirim proposal perdamaian ke AS lewat perantara Pakistan. Sebab, Pakistan berperan sebagai mediator dalam negosiasi perdamaian antara AS dan Iran.  

Dalam proposal terbarunya, Iran mengajukan sejumlah syarat ke AS agar perdamaian segera tercipta. Salah satunya adalah ganti rugi biaya kerusakan akibat serangan yang dilakukan AS dan Israel sejak 28 Februari lalu. Selain itu, Iran juga meminta AS untuk menghentikan sanksi ekonomi dan meminta Israel berhenti menyerang Lebanon. Sebab, hingga saat ini, Israel masih menyerang Lebanon selatan untuk membasmi seluruh pasukan Hizbullah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team