Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Iran Sebut Perang dengan AS Bisa Berlanjut
ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)
  • Pejabat militer Iran Mohammad Jafar Asadi menyebut perang dengan Amerika Serikat bisa berlanjut karena Donald Trump menolak proposal perdamaian terbaru yang dikirim Iran melalui Pakistan.
  • Proposal Iran berisi 14 poin tanggapan atas syarat perdamaian AS, termasuk keinginan agar perang selesai dalam 30 hari, namun seluruh usulan itu ditolak oleh Trump.
  • Sebelumnya, Iran juga menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari perdamaian, tetapi Trump menolaknya karena tidak mencakup penghentian program senjata nuklir Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menyebut perang dengan Amerika Serikat kemungkinan besar bisa berlanjut. Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang pejabat militer senior Iran bernama Mohammad Jafar Asadi pada Sabtu (2/5/2026) pagi waktu setempat.

Menurut Asadi, perang antara Iran dengan Negeri Paman Sam bisa berlanjut karena Donald Trump tidak puas dengan proposal perdamaian baru yang dikirim oleh Iran. Proposal tersebut dikirim oleh Iran ke AS melalui Pakistan pada Kamis (30/4/2026) lalu. 

"Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjadi. Bukti telah menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak berkomitmen pada janji atau perjanjian apa pun," kata Asadi, seperti dilansir CNA.

1. Proposal berisi 14 poin tanggapan Iran atas syarat perdamaian AS

ilustrasi proposal (unsplash.com/Glenn Carstens-Peters)

Proposal tersebut berisi 14 poin tanggapan Iran atas syarat perdamaian yang diberikan AS. Salah satu respons yang diberikan Iran adalah mereka ingin perang dengan AS bisa selesai dalam waktu 30 hari. Menurut Iran, langkah ini akan lebih baik daripada terus memperpanjang gencatan senjata.

Namun, semua usulan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Trump. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, semua usulan yang diberikan Iran dalam proposal perdamaian terbaru tidak menguntungkan kedua belah pihak. 

“Untuk saat ini, saya tidak puas dengan apa yang mereka (Iran) tawarkan (ke AS),” ujar Trump dilansir France 24.

2. Iran sebelumnya sudah mengirim proposal perdamaian ke AS

ilustrasi perdamaian (unsplash.com/Road Ahead)

Sebelum ini, Iran juga sudah mengirim proposal perdamaian baru ke AS. Proposal itu juga diberikan ke AS lewat perantara Pakistan pada 26 April lalu. 

Menurut laporan Axios yang dikutip Jerusalem Post, proposal perdamaian tersebut berisi kesediaan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sebab, pembukaan selat tersebut menjadi salah satu syarat perdamaian yang diberikan AS ke Iran beberapa waktu lalu.

Iran sendiri saat ini masih menutup Selat Hormuz secara penuh. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes karena AS melanjutkan blokade terhadap semua pelabuhan milik mereka. 

3. Trump menolak tawaran Iran untuk membuka Selat Hormuz

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Namun, proposal itu juga ditolak oleh Trump. Sebab, proposal itu tidak berbicara soal penghentian program senjata nuklir milik Iran.  

Menurut seorang pejabat AS, Trump lebih suka Iran menghentikan program senjata nuklirnya jika ingin berdamai dengan AS daripada membuka Selat Hormuz. Sebab, itu juga menjadi salah satu syarat perdamaian yang diberikan AS ke Iran beberapa waktu lalu.  

Kendati kurang puas, Trump mengaku proposal yang diberikan Iran sudah lebih baik daripada proposal-proposal sebelumnya. “Mereka mengusulkan banyak hal. Namun, itu belum cukup (bagi AS),” ucap Trump dilansir Times of Israel

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team