Konflik AS-Iran Memanas, Rupiah Melemah hingga Rp17.424 per Dolar AS

- Rupiah ditutup melemah ke Rp17.424 per dolar AS akibat meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran yang memicu kekhawatiran pasar global.
- BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026, didorong konsumsi masyarakat, kebijakan pengendalian inflasi, serta stimulus pemerintah.
- Rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah pada perdagangan Rabu di kisaran Rp17.420 hingga Rp17.460 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar AS kembali mencatatkan pelemahan pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah ke level Rp17.424 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 30 poin atau sebesar 0,17 persen. Sementara itu, pada perdagangan Senin (4/5/2026), rupiah ditutup melemah 57 poin ke level Rp17.394 per dolar AS.
Table of Content
1. Memanasnya konflik militer di Timur Tengah
Sentimen pasar masih rapuh akibat pertukaran militer antara pasukan AS dan Iran di Teluk. Militer AS menghancurkan enam kapal serang kecil Iran, sementara serangan Iran juga menyasar terminal minyak di pelabuhan Fujairah, UEA.
"Kenaikan ketegangan tersebut secara efektif menghancurkan gencatan senjata yang rapuh dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan," kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan inisiatif "Proyek Kebebasan" untuk mengawal kapal komersial melewati Selat Hormuz. Namun, langkah itu dinilai tidak sepenuhnya menyelesaikan konflik geopolitik.
Ketegangan energi tersebut menekan bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga tinggi, yang mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS naik.
2. Pelemahan rupiah di tengah data pertumbuhan ekonomi
Di tengah ketegangan global, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Sebagai perbandingan, pada kuartal IV-2025, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp6.187,2 triliun, sementara atas dasar harga konstan senilai Rp3.447,7 triliun.
Konsumsi masyarakat tetap menjadi penopang utama pertumbuhan pada periode ini, yang didorong oleh mobilitas penduduk saat libur nasional dan hari besar keagamaan, yakni Nyepi dan Idulfitri.
Selain itu, pertumbuhan tersebut juga didukung oleh kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi, pemberian stimulus seperti diskon transportasi dan THR (gaji ke-14), serta penetapan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) di level 4,75 persen.
3. Proyeksi nilai tukar rupiah di perdagangan Rabu
Pada penutupan sore ini, rupiah berada di level Rp17.424 per dolar AS. Sementara itu, untuk perdagangan Rabu (6/5/2026), rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif namun berpotensi melemah di kisaran Rp17.420 hingga Rp17.460 per dolar AS.
















