Jakarta, IDN Times – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu (21/2/2026), menolak pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut 32 ribu orang tewas dalam gelombang protes terbaru di Iran. Ia menegaskan pemerintah Teheran telah merilis angka resmi dan meminta Washington menunjukkan bukti jika mengklaim jumlah korban lebih besar.
Melalui akun X pribadinya, Araghchi menyatakan Iran telah membuka data secara transparan dengan mempublikasikan daftar 3.117 korban dari apa yang ia sebut sebagai operasi teroris terbaru, termasuk sekitar 200 personel keamanan.
“Jika ada yang mempertanyakan keakuratan data kami, silakan bagikan bukti apa pun,” tantangnya, dikutip dari Anadolu Agency.
