Jakarta, IDN Times - Militer Israel, pada Sabtu (14/3/2026), mengancam akan menargetkan fasilitas medis dan ambulans di Lebanon, dengan alasan fasilitas tersebut digunakan oleh kelompok Hizbullah untuk tujuan militer.
“Kami memperingatkan bahwa penggunaan fasilitas medis dan ambulans oleh militer harus segera dihentikan, dan kami menekankan bahwa jika pendekatan ini tidak dihentikan, Israel akan bertindak sesuai dengan hukum internasional terhadap aktivitas militer apa pun yang dilakukan oleh organisasi teror Hizbullah yang menggunakan fasilitas dan ambulans tersebut,” kata juru bicara militer Israel, Avichay Adraee.
Hizbullah belum memberikan tanggapan terkait ancaman tersebut.
