Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Israel Serang Tempat Pengungsian di Lebanon, 8 Orang Tewas

Israel Serang Tempat Pengungsian di Lebanon, 8 Orang Tewas
serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Serangan double tap Israel di Ramlet al-Baida, Beirut, menewaskan 8 orang dan melukai 31 lainnya, menghantam area pengungsian di luar zona evakuasi yang ditetapkan.
  • Hizbullah membalas dengan meluncurkan lebih dari 100 roket serta drone ke berbagai pangkalan militer Israel, termasuk Beit Lid dan Glilot, dalam serangan terbesar sejak konflik dimulai.
  • Sejak perang pecah awal Maret 2026, lebih dari 800 ribu warga Lebanon mengungsi akibat serangan udara dan darat Israel, banyak di antaranya tinggal di tenda-tenda darurat di Beirut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 8 orang tewas dan 31 lainnya terluka akibat serangan double tap yang dilancarkan Israel di kawasan pinggir pantai Ramlet al-Baida di Beirut, tempat ratusan warga Lebanon mengungsi. Serangan itu terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Double tap pada dasarnya merupakan serangan ganda yang menargetkan titik yang sama. Serangan kedua biasanya ditujukan untuk membunuh petugas penyelamat atau mereka yang terluka dalam serangan pertama.

“Saksi-saksi di Ramlet al-Baida mengatakan mereka sedang tidur di dalam tenda ketika deru jet tempur membangunkan mereka. Kemudian terjadi ledakan, dan mereka melongokkan kepala dari tenda tepat saat melihat ledakan yang kedua," kata jurnalis Al Jazeera, Heidi Pett, yang melaporkan dari Beirut.

1. Serangan tersebut terjadi di luar zona evakuasi

dampak serangan Israel di Lebanon
dampak serangan Israel di Lebanon (User Mema435 on en.wikipedia, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)

Menurut Pett, serangan di Ramlet al-Baida tampaknya merupakan upaya pembunuhan oleh Israel, terutama di luar area yang biasanya menjadi target dan di luar zona evakuasi yang ditetapkan Israel.

“Serangan seperti ini sering digambarkan sebagai serangan presisi, tetapi serangan malam ini menyebabkan 31 orang terluka dan 8 oorang tewas. Area ini menjadi tempat berlindung bagi banyak banyak pengungsi yang tidak punya tempat lain untuk pergi,” ujarnya.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) juga melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan dan wilayah lainnya di negara itu. Pejabat kesehatan menyebutkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak perang pecah pekan lalu kini meningkat menjadi 634 orang.

2. Hizbullah lancarkan serangan terhadap kota-kota dan pangkalan-pangkalan militer Israel

Para pejuang Hizbullah dalam sebuah upacara (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)
Para pejuang Hizbullah dalam sebuah upacara (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

Sementara itu, kelompok Hizbullah melancarkan serangan terhadap kota-kota dan pangkalan-pangkalan Israel pada Rabu (11/3/2026) malam. Serangan tersebut di antaranya menargetkan pangkalan Beit Lid, pangkalan Glilot di dekat Tel Aviv, dan pangkalan Atlit di dekat Haifa.

"Sekitar jam 8 malam kemarin, Hizbullah menembakkan 100 roket ke Israel utara, sebuah serangan yang dikoordinasikan dengan Iran. Ini adalah serangan terbesar sejak konflik dimulai. Menurut Channel 14 Israel, merupakan sebuah keajaiban tidak ada seorang pun yang terluka. Tentu saja beberapa pejabat melaporkan adanya kerusakan, tetapi informasi yang kami terima mengenai kerusakan umumnya sangat terbatas," kata jurnalis Al Jazeera, Nida Ibrahim.

Hizbullah mengatakan pihaknya juga menembakkan artileri ke pasukan Israel di Lebanon selatan serta meluncurkan drone dan roket ke arah kota Nahariya di Israel. Kelompok itu mengklaim bahwa serangan drone yang sebelumnya diluncurkan terhadap pangkalan Pangkalan Komando dan Kontrol Operasi Udara Meron berhasil mengakibatkan kerusakan pada salah satu radar di lokasi tersebut.

3. Lebih dari 800 ribu orang mengungsi di Lebanon akibat perang

operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024
operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)

Lebanon terseret ke dalam perang di Timur Tengah pada 2 Maret 2026, ketika Hizbullah menyerang Israel sebagai respons atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari. Israel kemudian membalas dengan melancarkan serangan udara besar-besaran di wilayah Lebanon dan mengerahkan pasukan darat ke area perbatasan.

Selain menimbulkan banyak korban tewas dan luka, konflik terbaru ini juga menyebabkan lebih dari 800 ribu warga Lebanon mengungsi. Sekitar 126 ribu di antaranya tinggal di tempat penampungan kolektif, sementara sebagian lainnya terpaksa tidur di ruang terbuka atau tenda-tenda di jalanan Beirut, termasuk di kawasan tepi pantai Ramlet al-Baida, dilansir dari The New Arab.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More