Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 12 Tenaga Medis

Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 12 Tenaga Medis
serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Serangan udara Israel di Burj Qalawiya, Lebanon selatan, menewaskan 12 tenaga medis dan memicu kecaman keras dari Kementerian Kesehatan karena dianggap melanggar hukum kemanusiaan internasional.
  • Hizbullah terus melancarkan serangan drone dan roket ke wilayah Israel, sementara pemimpinnya Naim Qassem menyatakan kesiapan menghadapi konfrontasi panjang yang disebut sebagai pertempuran eksistensial.
  • Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan penghentian perang antara Israel dan Hizbullah serta mengumumkan bantuan kemanusiaan senilai 325 juta dolar AS untuk membantu pengungsi di Lebanon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 12 tenaga medis tewas akibat serangan Israel yang menghantam sebuah pusat kesehatan di kota Burj Qalawiya, Lebanon selatan, pada Jumat (13/3/2026). Korban tewas terdiri dari dokter, paramedis dan perawat.

Kementerian Kesehatan mengutuk serangan tersebut, yang dinilai melanggar hukum kemanusiaan internasional.

“Ini masih jumlah korban sementara karena operasi penyelamatan masih terus berlanjut untuk mencari orang-orang yang hilang,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

1. 18 paramedis tewas di Lebanon sejak 2 Maret

ilustrasi petugas medis (unsplash.com/Piron Guillaume)
ilustrasi petugas medis (unsplash.com/Piron Guillaume)

Ini merupakan serangan kedua terhadap sektor kesehatan dalam beberapa jam terakhir. Sebelumnya, dua paramedis dan lima lainnya terluka akibat serangan Israel di desa Souaneh di selatan Lebanon.

Dilansir dari Al Jazeera, serangan Israel sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 18 paramedis di Lebanon sejak pertempuran antara Hizbullah dan Israel kembali memanas pada 2 Maret, menyusul serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Secara keseluruhan, konflik ini telah menewaskan 773 orang di Lebanon, melukai 1.933 lainnya dan memaksa 822 ribu warga mengungsi.

2. Hizbullah siap hadapi konfrontasi panjang dengan Israel

Para pejuang Hizbullah dalam sebuah upacara (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)
Para pejuang Hizbullah dalam sebuah upacara (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

Sementara itu, Hizbullah terus melancarkan serangan drone dan roket ke wilayah-wilayah Israel. Pemimpin kelompok tersebut, Naim Qassem, mengatakan mereka siap menghadapi konfrontasi panjang dengan Israel.

“Kami telah mempersiapkan diri untuk konfrontasi panjang, dan Insya Allah mereka (Israel) akan terkejut di medan perang. Ini adalah pertempuran eksistensial, bukan pertempuran yang terbatas atau sederhana," kata Qassem dalam pidatonya di televisi sejak perang terbaru ini dimulai.

Pada Jumat, Israel menghancurkan sebuah jembatan di atas Sungai Litani yang menghubungkan kota Zrariyeh dan Tayr Falsay. Militer Israel menyebut jembatan itu sebagai penyeberangan utama bagi Hizbullah dari Lebanon utara ke selatan untuk memperkuat kekuatan mereka dan mempersiapkan pertempuran.

“Ini hanyalah permulaan dan pemerintah Lebanon serta negara Lebanon akan menanggung akibat yang lebih besar atas kerusakan infrastruktur nasional Lebanon yang digunakan oleh teroris Hizbullah,” kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Ia memperingatkan bahwa Lebanon akan kehilangan wilayahnya sampai negara itu berhasil memenuhi komitmennya untuk melucuti senjata Hizbullah.

3. Sekjen PBB minta Israel dan Hizbullah hentikan perang

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (IAEA Imagebank, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa militer Israel mengebom beberapa jalan di Lebanon selatan, sehingga memutus akses dari wilayah utara Sungai Litani dan dari lembah Bekaa. Selain itu, tembakan artileri Israel juga menghantam sebuah pangkalan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menampung pasukan penjaga perdamaian asal Nepal di kota selatan Mays al-Jabal.

Awal pekan ini, Presiden Lebanon, Joseph Aoun, telah menyatakan kesediaan negaranya untuk bernegosiasi langsung dengan Israel. Namun, hingga kini, ia belum menerima tanggapan.

Dalam kunjungannya ke Beirut, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan kepada Israel dan Hizbullah untuk segera menghentikan perang. Ia juga meluncurkan permohonan bantuan kemanusiaan sebesar 325 juta dolar AS (sekitar Rp5,5 triliun) untuk membantu Lebanon dalam menangani ratusan ribu pengungsi yang terdampak perang, dilansir dari The Straits Times.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More