Kepulan asap besar membubung di antara bangunan-bangunan sipil di Gaza selama serangan udara Israel pada 17 Oktober 2023. (commons.wikimedia.org/Jaber Jehad Badwan)
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan dalam unggahan di X pada Rabu bahwa pihaknya tidak pernah menyerang Gedung Al-Saada. Pernyataan itu kemudian dibantah oleh Kantor Media Pemerintah Gaza.
"Bertentangan dengan klaim tersebut, IDF tidak menyerang gedung yang dimaksud selama perang," demikian pernyataan tersebut sebagaimana dikutip Anadolu Agency.
Pernyataan itu kemudian dibantah oleh Kantor Media Pemerintah Gaza. Pihak Gaza mengatakan bahwa gedung tersebut diserang Israel pada 9 Oktober 2023. Menurut kantor itu, serangan mengenai fondasi serta lantai pertama dan kedua hingga menyebabkan kerusakan struktural pada bangunan.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut pemeriksaan teknis, laporan lapangan yang terdokumentasi, dan kesaksian warga menunjukkan bahwa keterangan Israel tersebut tidak benar. Pihaknya menyatakan serangan sebelumnya menjadi menjadi penyebab langsung runtuhnya Gedung Al-Saada.