Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Disebut Sudah Dua Kali Coba Bunuh Pemimpin Hizbullah
potret Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem (flickr.com/Sebastian Baryli via commons.wikimedia.org/Sebastian Baryli)
  • Israel dilaporkan dua kali mencoba membunuh Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, dalam serangan ke Lebanon meski gencatan senjata masih berlaku.
  • Naim Qassem menegaskan Hizbullah tidak akan melucuti senjata dan akan terus melawan Israel demi mempertahankan pertahanan Lebanon.
  • Gencatan senjata Israel-Lebanon diperpanjang 45 hari, dengan negosiasi damai tahap keempat dijadwalkan pada awal Juni di Washington D.C.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Israel dilaporkan sudah dua kali mencoba membunuh Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, dalam serangan ke Lebanon selama beberapa pekan terakhir. Kabar itu disampaikan media Arab Saudi, Al Hadath, pada Senin (25/5/2026) berdasarkan keterangan dari sumber dari Israel.

Menurut laporan Al Hadath, ini merupakan upaya Israel untuk membasmi seluruh anggota Hizbullah, termasuk Qassem yang berperan sebagai pemimpin di milisi itu. Inilah yang membuat Israel hingga saat ini masih menyerang Lebanon meski sudah ada gencatan senjata.

1. Qassem tidak gentar dibunuh Israel

potret Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem (commons.wikimedia.org/Hamed Malekpor)

Alih-alih takut dan mencoba berlindung, Qassem justru tidak gentar oleh serangan Israel meski nyawanya terancam. Qassem menegaskan bahwa Hizbullah akan terus menyerang Israel sampai mereka berhenti menyerang Lebanon. Dalam pernyataannya, ia juga menegaskan tidak akan mengikuti perintah Israel untuk melucuti senjata Hizbullah sampai kapan pun. 

"Tidak ada yang namanya perlucutan senjata Hizbullah. Perlucutan senjata Hizbullah akan menghilangkan kemampuan pertahanan Lebanon dan kemampuan perlawanan serta rakyatnya sebagai pendahuluan menuju pemusnahan. Perlucutan senjata adalah pemusnahan dan ini adalah sesuatu yang tidak dapat kita terima," kata Qassem dalam pidatonya di acara Hari Perlawanan dan Pembebasan yang memperingati mundurnya Israel dari Lebanon selatan pada 25 Mei 2000 pada Senin dilansir Jerusalem Post.

2. Gencatan senjata Israel dan Lebanon sudah diperpanjang

ilustrasi gencatan senjata (commons.wikimedia.org/Kidfly182)

Saat ini, gencatan senjata Israel dan Lebanon sudah diperpanjang selama 45 hari. Kesepakatan ini diraih usai Israel dan Lebanon melakukan negosiasi damai tahap ketiga di Gedung Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat, Washington D.C., pada 14 dan 15 Mei lalu.

"Gencatan senjata pada 16 April akan diperpanjang selama 45 hari untuk memungkinkan kemajuan lebih lanjut," kata Juru Bicara Kemlu AS, Tommy Pigott, dalam sebuah unggahan di laman X dikutip Reuters.     

3. Negosiasi damai tahap keempat Israel-Lebanon bakal digelar pada Juni

potret bendera Israel (kanan) dan Lebanon (kiri) (commons.wikimedia.org/Danielrosehill)

Menurut Juru Bicara Kemlu AS, Tommy Pigott, negosiasi perdamaian Israel dan Lebanon masih akan berlanjut. Menurutnya, negosiasi Israel dan Lebanon bakal kembali digelar pada 2 sampai 3 Juni mendatang. Langkah ini bertujuan agar gencatan senjata yang sudah disepakati kedua negara bisa berubah menjadi kesepakatan perdamaian jangka panjang. 

“Kami berharap diskusi ini akan memajukan perdamaian abadi antara kedua negara, pengakuan penuh atas kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing, dan membangun keamanan sejati di sepanjang perbatasan bersama mereka,” ujar Pigott, seperti dilansir The Guardian.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article