Sejak 2024, Hizbullah memang kerap melakukan serangan terhadap Israel. Puncaknya adalah pada awal Maret lalu. Hizbullah melancarkan serangan ke Israel untuk membantu Iran berperang melawan mereka dan Amerika Serikat. Merespons serangan Hizbullah, Israel tentu tidak tinggal diam. Mereka lantas mulai meluncurkan serangan udara ke Lebanon pada 2 Maret untuk membasmi pasukan Hizbullah. Inilah yang membuat Lebanon akhirnya terseret ke dalam perang antara Iran melawan AS dan Israel.
Hizbullah Ogah Lucuti Senjata, Ingin Tetap Serang Israel

- Hizbullah menolak melucuti senjata karena menganggap hal itu akan melemahkan pertahanan Lebanon dan menghapus kemampuan rakyatnya untuk melawan serangan Israel.
- Israel bersama Amerika Serikat disebut berupaya melucuti senjata Hizbullah guna mengurangi kekuatan kelompok tersebut, meski rencana itu belum menunjukkan perkembangan berarti.
- Meski ada perpanjangan gencatan senjata, Israel masih melancarkan serangan udara ke Lebanon yang telah menewaskan lebih dari 3.100 orang termasuk anak-anak dan tenaga medis.
Jakarta, IDN Times - Hizbullah menegaskan tidak akan melucuti senjata mereka seperti yang diinginkan oleh Israel. Sebab, Hizbullah ingin tetap membalas serangan Israel ke Lebanon yang sudah dilakukan sejak 2 Maret lalu.
Selain itu, mereka menyebut perlucutan senjata justru akan mengurangi kemampuan pertahanan Lebanon. Sebab, Hizbullah menilai Lebanon selama ini bergantung kepada mereka dalam hal pertahanan dan keamanan negara.
"Tidak ada yang namanya perlucutan senjata Hizbullah. Perlucutan senjata Hizbullah akan menghilangkan kemampuan pertahanan Lebanon dan kemampuan perlawanan serta rakyatnya sebagai pendahuluan menuju pemusnahan. Perlucutan senjata adalah pemusnahan dan ini adalah sesuatu yang tidak dapat kita terima," kata Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, dalam pidatonya di acara Hari Perlawanan dan Pembebasan yang memperingati mundurnya Israel dari Lebanon selatan pada 25 Mei 2000 pada Senin (25/5/2026) dilansir Jerusalem Post.
1. Israel sudah lama ingin melucuti senjata Hizbullah

Sebetulnya, Israel sudah lama ingin melucuti senjata Hizbullah. Sebab, Israel ingin mengurangi kekuatan Hizbullah dari dalam agar mereka tidak lagi melakukan serangan. Sebab, jika Hizbullah masih punya banyak senjata dan pasukan, mereka akan terus melakukan perlawanan terhadap Israel.
2. AS disebut ingin membantu Israel melucuti senjata Hizbullah

Pada April lalu, AS dikabarkan ingin membantu Israel untuk melucuti seluruh senjata Hizbullah. Namun, hingga saat ini, belum ada kelanjutan mengenai informasi tersebut. Hal ini karena AS kini sedang sibuk mengurusi negosiasi perdamaian dengan Iran.
“(Donald) Trump menginginkan hal ini (perlucutan senjata Hizbullah) terjadi. Jadi, kali ini, AS akan jauh lebih terlibat,” kata pejabat senior Israel yang tidak disebut namanya, seperti dilansir Jerusalem Post pada 16 April.
3. Israel masih menyerang Lebanon hingga saat ini

Israel dan Lebanon kini sudah menyepakati gencatan senjata. Bahkan, gencatan senjata kedua negara kini sudah diperpanjang selama 45 hari. Meski begitu, Israel kini masih menyerang Lebanon untuk membasmi Hizbullah. Serangan terbaru Israel ke Lebanon terjadi pada Sabtu (23/5/2026) pekan lalu. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan itu menewaskan 20 orang.
Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 3.100 orang. Dilansir Al Jazeera, jumlah tersebut termasuk 123 tenaga medis, 210 anak-anak, dan hampir 300 perempuan. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah tersebut bisa saja bertambah jika Israel terus menyerang.

















