Iron Dome milik Israel (Israel Defense Forces from Israel, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)
Produksi senjata dikebut setelah Israel menembakkan banyak misil pencegat untuk menghalau lebih dari 400 rudal balistik Iran. Lembaga riset RUSI menaksir 81,33 persen stok rudal Arrow Israel telah menipis dan diproyeksikan bakal benar-benar habis pada akhir Maret.
Militer Israel terpaksa memakai sistem David's Sling untuk menghemat rudal Arrow 3 yang harganya mencapai 2 juta dolar AS (Rp33 miliar) per unit. Pasukan AS-Israel diperkirakan telah menembakkan 11.294 amunisi senilai 26 miliar dolar AS (Rp441 triliun) dalam 16 hari pertama perang.
Pertempuran masih berlanjut setelah Iran menolak proposal perdamaian 15 poin dari AS. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan fasilitas listrik dan kilang minyak Iran jika gencatan senjata tertunda. Konflik ini tercatat telah merenggut sedikitnya 1.340 korban jiwa di pihak Iran.
"Tuntutan pihak Amerika Serikat merupakan sesuatu yang berlebihan, tidak realistis, dan irasional," ungkap Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, dilansir The Guardian.