Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tewaskan 3 TNI, Kehadiran Militer Israel di Lebanon Dipastikan Pelanggaran

Tewaskan 3 TNI, Kehadiran Militer Israel di Lebanon Dipastikan Pelanggaran
Personel TNI yang bertugas di UNIFIL Lebanon sedang melakukan latihan kontijensi. (Dokumentasi Puspen TNI)
Intinya Sih
  • PBB menegaskan konflik di Lebanon tidak bisa diselesaikan lewat jalur militer dan menilai solusi politik sebagai satu-satunya cara untuk meredakan ketegangan yang meningkat.
  • Wakil Sekjen PBB Jean-Pierre Lacroix menyebut banyak pelanggaran terhadap Resolusi 1701, termasuk serangan lintas wilayah dan keberadaan militer Israel di Lebanon yang memperburuk situasi.
  • Tiga personel TNI gugur akibat serangan Israel di Lebanon selatan, dan PBB berkoordinasi dengan Indonesia untuk penanganan korban serta menjaga kelancaran misi UNIFIL.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut berbagai pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan 1701 masih terus terjadi di lapangan. Pelanggaran tersebut datang dari berbagai arah, termasuk serangan lintas wilayah serta kehadiran militer yang tidak sesuai dengan ketentuan resolusi.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix mengatakan keberadaan militer Israel di wilayah Lebanon juga disebut sebagai bagian dari pelanggaran yang terjadi.

“Kami juga melihat keberadaan IDF di Lebanon, yang dengan sendirinya merupakan pelanggaran,” kata Lacroix dalam keterangannya kepada media, Selasa (31/3/2026).

PBB menegaskan, konflik yang terjadi di Lebanon tidak dapat diselesaikan melalui jalur militer. PBB menilai solusi politik menjadi satu-satunya jalan untuk mengakhiri ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut.

1. Banyak pelanggaran yang buat situasi makin kompleks

Banyak pelanggaran yang buat situasi makin kompleks
Satgas Indobatt TNI Angkatan Darat (AD) yang bertugas di UNIFIL serahkan 100 hewan kurban ke masyarakat. (Dokumentasi Puspen TNI)

Lacroix menjelaskan, pelanggaran terhadap resolusi tidak hanya terjadi dalam satu bentuk. Ia menyebut ada serangan dari kedua arah yang memperburuk situasi.

“Pelanggaran dalam bentuk serangan dari selatan ke utara, juga dari utara ke selatan,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan militer Israel di wilayah Lebanon juga disebut sebagai bagian dari pelanggaran yang terjadi. “Kami juga melihat keberadaan IDF di Lebanon, yang dengan sendirinya merupakan pelanggaran,” kata Lacroix.

Ia menegaskan serangan terhadap penjaga perdamaian juga termasuk dalam pelanggaran serius yang tidak bisa diabaikan.

2. Solusi politik satu-satunya jalan

Solusi politik satu-satunya jalan
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix (unric.org)

Di tengah situasi tersebut, PBB menegaskan pendekatan militer tidak akan menyelesaikan konflik yang ada. Lacroix menekankan pentingnya kembali ke jalur politik.

“Tidak ada solusi militer. Harus ada solusi politik,” tegasnya.

Menurutnya, kerangka untuk solusi tersebut sebenarnya sudah tersedia melalui Resolusi 1701 yang disepakati oleh para pihak. “Kerangka untuk solusi politik sudah ada, yaitu Resolusi 1701,” ujarnya.

Ia juga menyebut semua pihak pada dasarnya masih berkomitmen terhadap resolusi tersebut, meskipun implementasinya belum berjalan optimal.

3. PBB koordinasi dengan Indonesia atas kematian 3 TNI personel peacekeeper di UNIFIL

PBB koordinasi dengan Indonesia atas kematian 3 TNI personel peacekeeper di UNIFIL
Tampak depan markas UNIFIL di area Lebanon. (Dokumentasi Puspen TNI)

Di tengah eskalasi yang terjadi, PBB memastikan terus menjalin komunikasi dengan negara-negara penyumbang pasukan, termasuk Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memastikan penanganan korban dan perkembangan situasi.

Pasalnya, tiga TNI yang merupakan personel penjaga perdamaian PBB, gugur dalam tugasnya di Lebanon selatan sejak Minggu. Mereka tewas dalam serangan Israel ke wilayah tersebut.

“Kami berkomunikasi dengan Indonesia, dan tentu saya menyampaikan belasungkawa serta solidaritas kami kepada mereka,” kata Lacroix.

PBB juga memberikan informasi terkait langkah-langkah yang diambil untuk menangani korban meninggal maupun yang terluka.

Selain itu, koordinasi dengan pihak militer di lapangan juga terus dilakukan guna mendukung operasional UNIFIL. “Hubungan dengan IDF berlangsung secara terus-menerus, yang memungkinkan UNIFIL untuk mengoordinasikan sejumlah pergerakan,” ujarnya.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan misi penjaga perdamaian tetap dapat berjalan di tengah situasi yang penuh risiko.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Fahreza Murnanda
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More