Jakarta, IDN Times - Pasukan Israel memulai penghancuran 25 bangunan tempat tinggal di kamp Nur Shams, wilayah utara Tepi Barat yang diduduki, pada Rabu (31/12/2025). Warga hanya bisa pasrah saat buldoser dan crane militer meratakan rumah-rumah yang dulunya menampung sekitar 100 keluarga Palestina itu.
“Direnggut dari rumah kami, lingkungan kami, dan kenangan kami adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. Pendudukan berusaha dengan segala cara untuk melemahkan dan menekan kami,” kata Mutaz Mahr, salah satu warga yang tempat tinggalnya ikut dihancurkan, dikutip dari Al Jazeera.
Kini, Mahr dan sekitar 25 kerabatnya terpaksa berlindung di sebuah apartemen seluas 100 meter persegi setelah diusir dari kamp tersebut.
