Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Klaim Gencatan Senjata Tak Berlaku di Lebanon Selatan
potret Kepala Staf Pasukan Militer Israel (IDF), Eyal Zamir (commons.wikimedia.org/Ministry of Defense Spokesperson)
  • Kepala Staf IDF, Eyal Zamir, menegaskan gencatan senjata tidak berlaku di Lebanon selatan karena pasukan Israel masih menghadapi serangan dari Hizbullah di wilayah tersebut.
  • Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon awalnya disepakati pada 16 April 2026 berkat mediasi Amerika Serikat setelah konflik yang menewaskan ribuan warga Lebanon.
  • Kesepakatan gencatan senjata diperpanjang tiga pekan usai pertemuan delegasi di Washington DC, dengan Presiden AS Donald Trump meminta Hizbullah mematuhi perjanjian tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel mengklaim gencatan senjata tidak berlaku di wilayah Lebanon selatan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Pasukan Militer Israel (IDF), Eyal Zamir, saat berkunjung ke Lebanon selatan pada Rabu (29/4/2026).

Zamir mengatakan, Lebanon selatan tidak dimasukkan ke dalam kesepakatan gencatan senjata Israel dan Lebanon karena pihaknya ingin membasmi seluruh pasukan Hizbullah yang ada di sana. Sebab, milisi itu masih melakukan serangan ke pasukan IDF yang bertugas di Lebanon selatan meski sudah ada gencatan senjata.

1. IDF tidak akan membiarkan serangan-serangan Hizbullah

potret pasukan milisi Hizbullah (tasnimnews.ir/Tasnim News Agency reporter via commons.wikimedia.org/Tasnim News Agency reporter)

Dalam pernyataannya, Zamir menambahkan, pihaknya tidak akan membiarkan serangan-serangan yang dilakukan Hizbullah ke IDF di Lebanon selatan. Ia berjanji akan membalas semua serangan tersebut karena pasukan IDF harus tetap aman untuk bertugas di sana. 

“Di Lebanon, misi yang diberikan kepada kami oleh jajaran politik adalah untuk memposisikan diri di sepanjang garis pertahanan guna mencegah tembakan langsung ke permukiman. Kami telah mencapai hal ini. Inilah garis yang kami tempati. Kami mungkin diharuskan untuk tetap berada di garis ini,” kata Zamir, seperti dilansir Times of Israel.

“Kami tidak akan mentolerir serangan dan penembakan terhadap komunitas kami dan kami tidak akan pergi sampai keamanan jangka panjang bagi komunitas di utara terjamin,” lanjut Zamir.

2. Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata berkat mediasi AS

potret bendera Israel (kanan) dan Lebanon (kiri) (commons.wikimedia.org/Danielrosehill)

Sebagai informasi, Israel dan Lebanon sudah menyepakati gencatan senjata selama sepuluh hari pada 16 April lalu. Kesepakatan tersebut diraih berkat negosiasi damai yang digelar Israel dan Lebanon pada 14 April. Negosiasi tersebut digelar di Amerika Serikat yang berperan sebagai mediator.  

Gencatan senjata ini membuat Lebanon kini bisa bernapas lega. Sebab, mereka sudah berulang kali diserang Israel yang ingin membasmi milisi Hizbullah sejak 2 Maret lalu. Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 2.509 orang, sedangkan 7.755 lainnya mengalami luka-luka. 

Usai gencatan senjata diumumkan, ratusan warga Lebanon di Ibu Kota Beirut ramai-ramai turun ke jalan untuk merayakan perdamaian dengan Israel. Hal ini karena warga Lebanon sudah lama menunggu gencatan senjata agar tidak terus terdampak serangan IDF. 

3. Gencatan senjata Israel dan Lebanon sudah diperpanjang

ilustrasi gencatan senjata (pexels.com/Omar Ramadan)

Saat ini, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon sudah diperpanjang selama tiga pekan. Kesepakatan tersebut diraih usai delegasi Israel dan Lebanon menggelar pertemuan di Washington DC pada Kamis (23/4/2026) waktu AS atau Jumat (24/4/2026) waktu Indonesia pekan lalu. Awalnya, gencatan senjata ini akan berakhir pada Rabu (22/4/2026).

“Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama tiga minggu,” tulis Presiden AS, Donald Trump, di Truth Social, seperti dilansir CNBC

Oleh karena itu, Trump meminta Hizbullah untuk mematuhi gencatan senjata yang sudah disepakati Israel dan Lebanon. Ia juga berjanji akan melindungi Lebanon dari ancaman Hizbullah yang kerap kali membuat onar.   

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team