Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Tangkap Dua Anggota Hizbullah usai Serang Lebanon
potret bendera Israel (pexels.com/Andrew Patrick Photo)
  • Pasukan Israel menangkap dua anggota Hizbullah di Lebanon selatan setelah menggagalkan rencana penembakan rudal antitank, lalu membawa mereka ke wilayah Israel untuk diinterogasi.
  • Serangan terbaru Israel di Beirut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan membasmi Hizbullah yang didukung Iran, meski telah menimbulkan protes dari Pemerintah Lebanon akibat korban sipil.
  • Konflik berkepanjangan ini telah menewaskan lebih dari seribu orang dan memaksa jutaan warga Lebanon mengungsi, sementara Hizbullah melancarkan puluhan serangan balasan terhadap pasukan Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Israel (IDF) berhasil menangkap dua anggota Hizbullah. Penangkapan tersebut terjadi usai IDF melakukan rentetan serangan di Beirut selatan, Lebanon, pada Senin (23/3/2026) dan Selasa (24/3/2026). 

Dalam pernyataannya, IDF menjelaskan bahwa sebelum ditangkap, dua anggota Hizbullah tersebut berencana menembakkan rudal antitank. Namun, IDF tidak menjelaskan ke mana rudal tersebut akan ditembakkan. 

“Selama kegiatan untuk menemukan senjata di Lebanon selatan, pasukan (Israel) mengidentifikasi beberapa teroris bersenjata dari pasukan Radwan Hizbullah yang berencana menembakkan rudal antitank. Setelah diidentifikasi, para teroris menyerah. Mereka ditangkap oleh pasukan dan dipindahkan ke wilayah Israel untuk diinterogasi lebih lanjut,” jelas IDF dilansir The Strait Times

1. Israel ingin membasmi Hizbullah yang bermarkas di Beirut Lebanon

potret pasukan milisi Hizbullah (tasnimnews.ir/Tasnim News Agency reporter via commons.wikimedia.org/Tasnim News Agency reporter)

Serangan terbaru di Beirut merupakan serangan lanjutan yang dilakukan Israel terhadap Lebanon sejak awal Maret 2026 lalu. Rentetan serangan tersebut bertujuan untuk membasmi milisi Hizbullah yang bermarkas di sana. Sebab, Hizbullah membantu Iran untuk menyerang Israel dan Amerika Serikat. 

Serangan Israel ini sebetulnya sudah diprotes oleh Pemerintah Lebanon. Sebab, meski murni ditargetkan ke anggota Hizbullah, serangan Israel rupanya juga mengenai warga dan sejumlah fasilitas publik yang ada di Lebanon.

Sebetulnya, Pemerintah Lebanon sudah berupaya untuk bernegosiasi dengan Israel agar serangan segera dihentikan. Namun, hingga saat ini, belum ada perkembangan lebih lanjut soal hal tersebut. 

2. Israel bakal terus menyerang Lebanon

ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Hingga saat ini, Israel juga masih menyerang Lebanon. Sebab, mereka benar-benar ingin menghabisi Hizbullah. Ini bertujuan agar milisi tersebut tidak lagi membantu Iran untuk berperang melawan Israel dan AS.  

Beberapa waktu lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan akan terus menyerang Lebanon hingga berhasil membasmi seluruh anggota Hizbullah. Itu berarti, serangan Israel di Lebanon masih akan berlanjut.

"Israel akan terus melakukan serangan, baik di Iran maupun di Lebanon," tegas Netanyahu dalam pernyataannya yang termuat di video singkat.

3. Serangan Israel di Lebanon telah memakan ribuan korban jiwa

ilustrasi korban jiwa (pexels.com/Armin Forster)

Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan setidaknya 1.039 orang. Menurut otoritas setempat, jumlah tersebut bisa meningkat jika Israel terus melancarkan serangan. 

Di sisi lain, jutaan warga Lebanon lainnya juga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari perang yang sedang berlangsung. Sebagian mengungsi di dalam negeri, sebagian lainnya ada juga yang mengungsi di negara-negara tetangga. 

Dalam merespons serangan Israel, Hizbullah sebetulnya tidak tinggal diam. Mereka juga kerap melancarkan serangan balasan ke Israel. Mereka menyebut sudah melakukan 50 serangan yang ditujukan ke IDF. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team