Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel secara mengejutkan memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel mengatakan, keputusan ini diambil karena Guterres telah memasukan tentara Israel ke dalam daftar hitam. Sebab, mereka dilaporkan telah melakukan kekerasan seksual kepada warga Palestina di Gaza.
“Keputusan PBB yang memalukan dan tidak masuk akal untuk memasukkan entitas Israel dalam lampiran laporan CRSV merupakan bukti lebih lanjut dari sifat asli PBB, sebuah organisasi yang dipolitisasi dan korup yang telah meninggalkan prinsip-prinsip pendiriannya dan secara sistematis menargetkan Israel sebagai misi utamanya,” bunyi pernyataan resmi Kemlu Israel yang dirilis pada Kamis (28/5/2026) di laman X.
